Penyerang anyar Persela Lamongan, Kushedya Hari Yudo, mengaku sudah tak sabar memulai petualangan barunya bersama Laskar Joko Tingkir. Eks striker Arema FC itu menilai karakter Persela sangat cocok dengan gaya bermain dan mentalitas yang selama ini melekat pada dirinya.
Yudo menjadi salah satu rekrutan anyar Persela untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Bergabung dengan klub kebanggaan masyarakat Lamongan disebutnya sebagai sebuah kebanggaan karena Persela merupakan salah satu tim dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia.
"Persela tim legend bagi saya. Maksudnya tim nama besar juga, sudah lama di Liga Indonesia, semua tahu Persela. Saya sangat bangga gabung Persela," kata Yudo kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Bagi Yudo, bukan hanya nama besar Persela yang membuatnya mantap menerima pinangan Laskar Joko Tingkir. Ia merasa karakter khas sepak bola Jawa Timur yang identik dengan permainan keras, ngotot, dan pantang menyerah sangat sesuai dengan kepribadiannya.
"Karakternya Jawa Timuran, keras, ngeyel, ngotot, nggak mau kalah. Karakter saya juga begitu. Ngeyel, ngotot, jatuh bangkit lagi. Saya nggak mau kalah," ujarnya.
Pemain berusia 32 tahun itu juga mengaku antusias menantikan momen berkumpul bersama skuad Persela. Terlebih, musim ini suporter sudah kembali diizinkan memenuhi tribun stadion. Kehadiran Dendy Sulistyawan yang juga pulang ke Persela semakin membuatnya bersemangat menyongsong kompetisi.
"Sudah nggak sabar, Mas. Apalagi Dendy pulang ke Persela juga. Terus suporternya sudah bisa nonton. Jadi saya sudah membayangkan atmosfernya di stadion nanti," ucapnya.
Yudo berharap musim ini menjadi titik kebangkitan Persela. Ia ingin membawa tim bersaing di papan atas dan mengembalikan Laskar Joko Tingkir ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Persela harus bisa lebih baik lagi. Siapa tahu rezekinya bisa promosi ke Super League. Persela harus bangkit," tegasnya.
Meski berposisi sebagai penyerang, Yudo memilih tidak membebani diri dengan target jumlah gol. Baginya, pencapaian tim jauh lebih penting dibandingkan catatan individu.
"Semoga Persela lebih baik ke depannya, bisa bersaing di papan atas. Kalau rezekinya, bisa lolos ke Liga 1," katanya.
Motivasi itu, lanjut Yudo, menjadi bekal utamanya sejak memutuskan menerima tantangan bersama Persela. Ia bahkan siap menjalani program latihan berat demi membantu tim mewujudkan target promosi.
"Motivasi terbesar saya, pokoknya Persela harus papan atas. Nggak tahu bagaimana caranya, entah latihannya nanti sama Coach Bima mau disiksa seperti apa, yang penting Persela harus papan atas," pungkasnya.
Simak Video "Video: Bima Sakti Resmi Ditunjuk Sebagai Pelatih Baru Persela Lamongan"
(auh/hil)