Apa Alasan Bima Sakti Masih Mau Tetap Bertahan di Persela?

Apa Alasan Bima Sakti Masih Mau Tetap Bertahan di Persela?

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 11 Jun 2026 16:00 WIB
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Bima Sakti dipastikan tetap menakhodai Persela Lamongan pada kompetisi musim 2026/2027. Pelatih berusia 50 tahun itu resmi memperpanjang masa baktinya bersama Laskar Joko Tingkir setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang.

Bima mengaku sempat menerima sejumlah tawaran dari klub lain. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan di Lamongan karena merasa sudah memahami karakter tim dan melihat keseriusan manajemen dalam mempersiapkan skuad menghadapi musim baru.

"Pertama saya bersyukur bisa memperpanjang kontrak lagi di Persela. Prosesnya juga cukup panjang. Terus terang ada beberapa tawaran dari tim lain, tetapi saya prioritaskan untuk tetap di Persela karena selama kurang lebih empat bulan bersama tim ini, saya sudah memahami karakter Persela," kata Bima Sakti, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bima, faktor kekeluargaan yang terjalin selama berada di Lamongan menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih bertahan. Selain itu, kata Bima, dukungan dari berbagai pihak, mulai dari manajemen, pemerintah daerah hingga suporter, semakin menguatkan keputusannya.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah bersosialisasi dengan masyarakat di Lamongan, kemudian dengan pemain-pemain yang musim lalu bersama Persela. Saya juga melihat keseriusan manajemen untuk membangun tim di kompetisi 2026/2027. Kita bisa memulai lebih awal, kemudian perhatian dari Pak Bupati sangat besar untuk Persela, didukung pengurus, manajemen, dan tentu saja suporter," ujarnya.

Bima juga mengenang situasi yang dihadapinya saat pertama kali datang ke Persela pada musim lalu. Kala itu, kondisi tim sedang tidak ideal setelah serangkaian hasil kurang memuaskan serta sejumlah dinamika internal yang terjadi.

"Saat itu kondisi tim bisa dikatakan tidak baik-baik saja. Mental pemain sedang turun setelah hasil yang kurang bagus. Kemudian ada beberapa pemain pilar yang pergi dan banyak dinamika yang terjadi di internal manajemen," ungkapnya.

Meski demikian, mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 itu bersyukur mendapat dukungan penuh dari manajemen baru serta sambutan positif dari para pemain. Menurutnya, kebersamaan seluruh elemen tim menjadi kunci Persela mampu bertahan di kompetisi Liga 2.

"Saya bersyukur manajemen memberikan dukungan yang luar biasa. Pemain juga menerima kehadiran saya dengan sangat baik. Yang paling penting bukan hanya saya, tetapi soliditas manajemen dan pemain. Mereka mau berjuang untuk Persela sehingga kami bisa tetap bertahan di Liga 2," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads