Bruno Moreira akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Persebaya Surabaya. Setelah empat tahun menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Bajul Ijo, pemain asal Brasil tersebut memastikan tidak akan mengenakan seragam hijau kebanggaan Bonek dan Bonita pada musim depan.
Kepergian Bruno pun menyisakan banyak cerita. Mulai dari loyalitasnya kepada Persebaya, tawaran dari sejumlah klub Indonesia yang ditolaknya, hingga keputusan melanjutkan karier di klub Asia yang tampil di kompetisi elite antarklub Asia.
Berikut fakta-fakta di balik perpisahan Bruno Moreira dengan Persebaya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bruno Akhiri Kebersamaan Setelah 4 Tahun
Bruno menjadi salah satu pemain asing paling konsisten yang dimiliki Persebaya dalam beberapa musim terakhir. Dalam dua periode pengabdiannya, ia menjelma menjadi sosok penting di lini depan sekaligus figur yang dicintai suporter berkat kontribusi besar yang diberikannya di atas lapangan.
Melalui unggahan di media sosial, Bruno mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama Persebaya dan mengaku tidak menyesali satu pun momen yang pernah terjadi selama membela klub tersebut.
"Empat tahun. Empat tahun bersama klub ini, kota ini, dan para suporter ini. Jika ada yang bisa saya ubah dari perjalanan ini, apakah saya akan melakukannya? Sama sekali tidak. Dari kegagalan hingga kemenangan yang saya raih, tidak ada satu pun yang ingin saya ubah," tulis Bruno.
2. Menjadi Pemain Tersubur Persebaya dalam Lima Musim Terakhir
Sepanjang memperkuat Persebaya, Bruno berhasil mencatatkan statistik yang impresif dengan torehan 39 gol dan 18 assist dari 119 pertandingan resmi. Catatan tersebut menjadikannya pemain dengan kontribusi gol terbanyak bagi Bajul Ijo dalam lima musim terakhir sekaligus salah satu pemain asing paling berpengaruh dalam era modern klub.
Menurut Bruno, seluruh pencapaian itu merupakan hasil dari keinginannya yang tidak pernah padam untuk terus berkembang dan memberikan kemampuan terbaik bagi tim setiap kali mendapat kesempatan bermain.
"Saya selalu haus untuk mempelajari sesuatu yang baru dari setiap pertandingan, setiap sesi latihan, setiap hari, bahkan setiap detik, agar saya bisa memberikan versi terbaik dari diri saya untuk klub ini, untuk para suporter, dan untuk rekan-rekan setim saya," imbuhnya.
3. Banyak Klub Indonesia Meminangnya
Keputusan Bruno meninggalkan Persebaya ternyata bukan karena minimnya peminat. Sang pemain justru mendapat banyak tawaran dari klub-klub Indonesia yang tertarik menggunakan jasanya setelah kontraknya bersama Persebaya berakhir pada penghujung musim 2025/2026.
Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh agennya, Gabriel Budi, yang menyebut sejumlah klub domestik telah mengajukan penawaran. Namun seluruh tawaran itu tidak berujung pada negosiasi lanjutan karena Bruno sudah memiliki pertimbangan tersendiri terkait masa depannya.
"Sebenarnya banyak offer masuk dari tim-tim Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Resmi! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya |
4. Menolak Klub Indonesia karena Loyal kepada Persebaya
Meski berpeluang tetap berkarier di Liga Indonesia dengan bergabung ke klub lain, Bruno memilih menutup pintu tersebut karena merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Persebaya. Sejak pertama kali datang ke Indonesia, ia dan sang agen telah memiliki komitmen bahwa Persebaya akan selalu menjadi pilihan utama jika dirinya bermain di kompetisi domestik.
Loyalitas itu menjadi alasan utama Bruno menolak berbagai tawaran yang datang. Bahkan ia disebut tidak ingin berada dalam situasi harus berhadapan dengan Persebaya sebagai lawan di kompetisi Indonesia.
"Sejak awal datang ke Indonesia, Bruno dan saya sepakat kalau di Indonesia ya prioritasnya untuk Persebaya Surabaya," bebernya.
"Bruno prefer tidak menghadapi Persebaya di level domestik," tambah Gabriel.
5. Akan Bergabung dengan Klub Asia Peserta ACL Elite
Setelah memutuskan meninggalkan Indonesia, Bruno dipastikan tetap melanjutkan karier di Asia. Sang agen mengungkapkan bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut telah menerima tawaran dari klub yang berkompetisi di Asia Champions League Elite (ACL Elite), kompetisi antarklub tertinggi di Benua Asia.
Keputusan tersebut sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan karier Bruno setelah menghabiskan empat tahun yang penuh kenangan bersama Persebaya dan mendapat kepercayaan sebagai kapten tim.
"Saya dan Bruno memutuskan untuk menerima tawaran di tim Asia yang main di Asia Champions League Elite 1," tandas Gabriel Budi kepada detikJatim.
Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/hil)
