Usai Ricuh, Final Tarkam PSSI Banyuwangi Dijaga 300 Polisi-Anjing K-9

Usai Ricuh, Final Tarkam PSSI Banyuwangi Dijaga 300 Polisi-Anjing K-9

Eka Rimawati - detikJatim
Minggu, 31 Mei 2026 14:39 WIB
Personel kepolisian saat melakukan penjagaan pada turnamen Tarkam piala PSSI Banyuwangi di Maron, Genteng.
Personel kepolisian saat melakukan penjagaan pada turnamen Tarkam piala PSSI Banyuwangi di Maron, Genteng/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Polresta Banyuwangi mempertebal pengamanan pertandingan final turnamen Tarkam Piala PSSI Banyuwangi dengan menerjunkan 300 personel gabungan. Langkah tersebut dilakukan menyusul kericuhan yang terjadi pada laga semifinal antara Persegam Gambiran dan Desi Banteng FC.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan mengatakan, ratusan personel yang diterjunkan terdiri dari anggota berseragam maupun tidak berseragam yang disebar di sejumlah titik pengamanan. Selain itu, anjing pelacak turut diterjunkan.

"Kami terjunkan 300 personel, 239 personel berseragam dan 61 personel tanpa berseragam," tegas Rofiq, Minggu (31/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rofiq, penebalan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya insiden serupa pada pertandingan final. Personel yang dikerahkan berasal dari sejumlah polsek rayon dan diperkuat satu kompi Brimob.

ADVERTISEMENT

"Penebalan personel kita lakukan dengan pengerahan polsek rayon dan pelibatan kompi Brimob," jelas Rofiq.

Demi alasan keamanan, lokasi pertandingan final yang semula direncanakan berlangsung di Lapangan Maron, Genteng, dipindahkan ke Stadion Diponegoro. Selain itu, pertandingan juga diputuskan digelar tanpa kehadiran penonton.

"Dengan segala pertimbangan di sepakati pindah tempat main dan security system zero konflik," imbuhnya.

Rofiq mengimbau seluruh pencinta sepak bola di Banyuwangi untuk tetap menjaga sportivitas serta mendukung pertandingan dengan penuh etika dan adab. Ia juga meminta panitia pelaksana ikut bertanggung jawab menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

"Mari kita dukung kegiatan pertandingan ini dengan penuh etika dan adab. Panitia ikut bertanggung jawab dalam menciptakan situasi kondusif dalam kegiatan tersebut," pungkas Rofiq.

Sejak Sabtu malam, panitia, kepolisian, dan pihak terkait telah menyepakati bahwa pertandingan final turnamen sepak bola antar kampung memperebutkan Piala Ketua PSSI Banyuwangi digelar di lokasi baru tanpa kehadiran suporter dari kedua tim.

Untuk memperkuat pengamanan, polisi juga menerjunkan unit K-9 guna membantu menjaga jalannya pertandingan agar berlangsung aman dan tertib.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads