Persebaya berpotensi memperpanjang catatan nirbobol dalam empat laga terakhir. Capaian tersebut berkemungkinan terealisasi sebab Semen Padang selaku calon lawan tak mampu mencetak gol dalam 5 laga beruntun.
Duel Persebaya menantang Semen Padang akan diselenggarakan di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Persebaya kini tengah berpacu mengejar 4 besar. Saat ini, mereka bertengger di peringkat ke-5 dengan 52 angka, terpaut 1 poin dari Dewa United yang bercokol satu tangga di atasnya. Sedangkan Semen Padang terkulai di peringkat ke-17 dengan 20 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skuad berjuluk Bajol Ijo itu patut percaya diri menatap laga tandang ini. Mereka akan menghadapi tim dengan produktivitas paling minim. Sepanjang musim ini, Semen Padang baru mampu menciptakan 22 gol dalam 32 pertandingan.
Pada 10 laga terakhir, klub berjuluk Kabau Sirah tersebut hanya mampu menciptakan 3 gol, 1 kemenangan, 1 imbang, dan sisanya berujung kekalahan. Di antara hasil minor tersebut, mereka juga tumbang dalam 7 laga terakhir tanpa sanggup mencetak skor.
Selain itu, moral penggawa Semen Padang cukup goyah karena mereka telah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua. Realita ini terbilang cukup miris sebab Kabau Sirah adalah satu-satunya wakil Sumatra pada Super League musim ini.
Terkait kelemahan Semen Padang musim ini, terutama soal produktivitas, Imran Nahumarury selaku pelatih menyatakan bahwa hal tersebut telah dilatih dan dianalisis. Namun, ia cukup menyayangkan taji barisan lini depannya dalam pertandingan.
"Kalau kita bicara finishing itu sebenarnya basic. Selalu kami evaluasi selama latihan kami ada latihan finishing. Saya selalu analisis kurangnya di mana, dari situlah saya buat program, bikin latihan sesuai kelemahan kita. Pertama, bagaimana kita sulit menciptakan gol," tutur Imran usai takluk 0-3 dari Persik pekan lalu.
Potensi Semen Padang untuk bangkit pada laga kontra Persebaya nanti tentu terbuka. Namun, melihat riwayat beberapa laga terakhir tim tuan rumah, kemungkinan Bajol Ijo memperpanjang rekor nirbobolnya cenderung lebih realistis.
(hil/abq)











































