PSBS Biak Realistis Hadapi Persebaya

Super League

PSBS Biak Realistis Hadapi Persebaya

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Jumat, 01 Mei 2026 18:30 WIB
Asisten pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu
Asisten pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu (Foto: Dimas Linang Jati/detikJatim)
Surabaya -

PSBS Biak menatap laga tandang kontra Persebaya secara realistis. Dengan keterpurukan yang tengah melingkupi, mereka ingin menunjukkan perlawanan dan enggan memperpanjang derita.

Pertandingan PSBS Biak menghadapi Persebaya akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu, (2/5/2026) pukul 15.30 WIB. Klub berjuluk Badai Pasifik tersebut wajib menang apabila tak ingin dipastikan degradasi.

PSBS kini terduduk di dasar klasemen dengan 18 poin, berjarak 11 poin dari Madura United di posisi ke-15. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan 4 laga, mereka tak akan mungkin keluar dari zona degradasi bilamana gagal menumbangkan Persebaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asisten pelatih PSBS, Kahudi Wahyu menyampaikan bahwa timnya tak mau menjadi pesakitan di hadapan Persebaya. Ia memahami kekurangan apa yang perlu dibenahi sehingga Badai Pasifik sanggup bermain maksimal.

"Saya tahu aspek apa yang harus dibangun dari anak-anak sehingga nanti ketika bertanding melawan Persebaya bisa maksimal. Kami datang ke sini tidak hanya untuk menjadi pelengkap penderita," tutur Kahudi Wahyu dalam jumpa pers jelang laga.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa harapan bertahan di Super League masih berlaku bagi PSBS. Untuk itu, Kahudi ingin para penggawa Badai Pasifik menunjukkan kesungguhan tekad sepanjang laga bergulir.

"Kami masih punya harapan terutama menanamkan pada anak-anak untuk bertanggung jawab pada diri mereka sebagai seorang profesional," ujarnya.

Rentetan 13 laga tanpa kemenangan kini tengah menaungi PSBS. Dari seluruh pertandingan itu, hanya 2 poin yang mampu mereka peroleh. Selain itu, Ruyery Blancon sebagai top skor juga angkat kaki sebab tim belum sanggup memenuhi pembayaran gaji.

Kahudi paham dengan situasi pelik yang menimpa timnya. Ia mengaku realistis perihal kans menghadapi Persebaya.

"Dengan kondisi saat ini, kami realistis. Yang jelas kami akan bermain dengan maksimal. Saya ingin anak-anak bersama sepanjang pertandingan," terangnya.

Berkutik di papan bawah sejak awal kompetisi berdampak besar pada mental pemain. Kepercayaan dirinya tentu menurun. Apalagi, pekan lalu mereka dihajar Malut United tujuh gol tanpa balas.

Guna mengangkat moral tim, Kahudi berpesan pada setiap penggawa untuk bermain sebaik-baiknya sebab karier mereka masih panjang.

"Untuk aspek mental, saya tanamkan pada mereka untuk bertanggung jawab pada diri masing-masing. Mereka masih punya masa depan untuk dilihat," jelasnya.

Menurut Kahudi, berlaga melawan Persebaya menjadi semacam pembangkit motivasi. Untuk itu, ia ingin setiap pemain menampilkan kemampuan terbaiknya.

"Kita melawan Persebaya, tim yang besar, itu menjadi motivasi tersendiri buat para pemain untuk menunjukkan siapa mereka," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads