Australia menutup kiprahnya di Piala AFF U-17 2026 dengan kemenangan telak 8-0 atas Laos pada laga perebutan tempat ketiga. Meski tampil dominan dan memastikan finis di posisi ketiga, hasil tersebut belum mampu menghapus kekecewaan tim karena gagal melangkah ke partai final.
Dalam pertandingan itu, Australia tampil sangat efektif di lini depan. Georgio Hassarati menjadi bintang dengan mencetak lima gol. Sementara itu, Josef Sikora menyumbang satu gol dan Aston Reid menambah dua gol untuk melengkapi kemenangan besar timnya.
Pelatih Australia U-17, Carl Veart, menegaskan bahwa kemenangan ini belum cukup untuk mengobati rasa kecewa setelah gagal ke final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak. Selalu sulit untuk mengatasi tidak mencapai final. Itu adalah kemunduran bagi tim," ujar Veart usai pertandingan.
Meski begitu, Veart tetap mengapresiasi respons para pemain yang mampu bangkit setelah kekalahan di semifinal dan menunjukkan perkembangan di laga terakhir.
"Ini kemenangan yang sangat menyenangkan untuk tim. Hari ini mereka menunjukkan bahwa mereka belajar dari kesalahan. Kami tampil bagus, dan itulah yang kami lihat dari pemain muda, mereka belajar dan berkembang," lanjutnya.
Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah performa gemilang sang striker, Georgio Hassarati yang tampil tajam sepanjang pertandingan. Ia bahkan menyebut gol ketiganya sebagai yang paling berkesan karena memastikan hattrick.
"Mungkin gol ketiga yang spesial, karena itu menjadi hattrick saya," ungkapnya.
Dengan hasil ini, Australia harus puas finis di posisi ketiga. Meski menutup turnamen dengan kemenangan besar, kegagalan mencapai final tetap menjadi catatan penting bagi tim untuk evaluasi ke depan.
(ihc/dpe)
