Persoalan transisi bertahan menjadi kelemahan utama Malut United jelang bersua Persebaya. Hal tersebut diakui Hendri Susilo selaku pelatih sebagai sumber utama kebobolan.
Bentrok Malut United kontra Persebaya dijadwalkan berlangsung di Stadion Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Masalah transisi transisi bertahan jelas perlu ditambal oleh skuad Laskar Kie Raha mengingat Persebaya sangat kuat dalam transisi menyerang. Skema serangan balik khas Bernardo Tavares berulang kali sukses mengoyak gawang lawan-lawan yang dihadapi. Dan Malut pernah merasakan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada putaran pertama, anak asuh Hendri Susilo takluk 2-0 dari Persebaya di Gelora Bung Tomo. Dalam laga tersebut, pertahanan Malut United berkali-kali terhunus serangan balik mematikan.
Tak hanya kala bersua Persebaya, proses serupa juga menjadi biang kebobolan Malut United pada beberapa laga lain. Hendri Susilo mengakui itu sebagai masalah fundamental skuadnya.
"Saya pernah juga bicara masalah Malut yang fundamental, transisi. Transisi dari menyerang ke bertahan ini menjadi masalah," tutur Hendri Susilo dalam jumpa pers jelang laga.
Ia memaparkan bahwa berkali-kali perbaikan telah dilakukan untuk membenahi persoalan tersebut. Namun, Hendri menilai tak ada perkembangan signifikan dari pemainnya dalam menangani transisi bertahan.
Sebanyak 39 gol telah bersarang ke gawang Malut United dalam 28 pertandingan. Hendri mengakui lemahnya transisi bertahan menjadi penyebab utama Laskar Kie Raha kebobolan.
"Kami juga sudah memperbaiki kinerja pemain-pemain bertahan kami, tapi sampai saat ini itu tidak berkembang. Kita tidak munafik bahwa kesalahan-kesalahan itu yang membikin gawang kita gampang dibobol," jelasnya.
(auh/hil)











































