Filipina dipastikan tak bisa lolos ke semifinal Piala AFF U-17 setelah tumbang 3-4 dari Laos di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Rabu (15/4/2026). Joan Segura selaku juru taktik The Azkals begitu menyayangkan kegagalan ini.
Filipina tampil cukup mengesankan pada babak pertama dengan beragam peluang yang diciptakan. Di antara banyaknya kesempatan, mereka hanya mampu menciptakan dua gol.
Pada paruh kedua, The Azkals tak kuasa meladeni dominasi Laos. Meski sempat imbang 3-3, Filipina kembali kebobolan jelang akhir laga oleh Anousa Silipanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joan Segura kecewa dengan hasil ini. Menurutnya, kemenangan akan lebih mudah dipastikan andai pada babak pertama anak asuhnya mampu betul-betul memaksimalkan peluang.
Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya para pemain pada situasi transisi bertahan. Filipina berulang kali kelimpungan menghadapi serangan balik Laos yang dipenggawai pemain-pemain cepat.
"Di babak kami memiliki banyak sekali peluang. Saya pikir kami cukup bagus kala menyerang tetapi saat bertahan kami tak mampu mengendalikan transisi. Lawan memiliki pemain cepat untuk transisi," ujar Joan Segura seusai laga.
Ekspresi kesedihan terpancar dari raut muka Segura setelah pertandingan. Ia tampak sangat merasa terpukul atas hasil ini.
Meskipun begitu, Segura mengatakan ingin segera fokus menatap laga berikutnya kontra Myanmar.
"Kini saatnya istirahat dan besok kita fokus mempersiapkan pertandingan selanjutnya," imbuhnya.
Sekalipun kegagalan menghinggapi timnya, Segura memandang positif gelaran Piala AFF U-17 ini. Ia merasa senang bisa berkontestasi dengan tim-tim lain yang dinilainya bagus dan memiliki pemain berkualitas.
"Turnamen ini bagus. Banyak tim bagus dan pemain bagus. Saya senang dengan ajang ini tetapi saya tak bahagia dengan hasilnya," pungkasnya.
(auh/abq)
