Komitmen Aremania Jelang Lawan Persebaya: Jamin Keamanan-Perdamaian

Super League

Komitmen Aremania Jelang Lawan Persebaya: Jamin Keamanan-Perdamaian

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB
Konsilidasi Aremania komitmen jaga laga Arema FC lawan Persebaya aman
Konsilidasi Aremania komitmen jaga laga Arema FC lawan Persebaya aman (Foto: Istimewa)
Malang -

Laga big match menyajikan Arema FC melawan Persebaya akhir April 2026. Aremania bersama Forkopimda Malang Raya berkomitmen menjaga laga berjalan aman.

Konsolidasi bertajuk Arema One Blood pun digelar di Pendopo Pemkab Malang Jalan Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026). Sejumlah nota kesepahaman pun dibuat sekaligus disepakati bersama.

Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Agenda ini merupakan langkah nyata untuk menjamin keamanan dan perdamaian menjelang laga super big match yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sinergi lintas elemen ini melibatkan kepolisian dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang, hingga koordinator lapangan suporter dari wilayah Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan.

General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyebut, momentum ini sebagai titik balik untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih sehat dan berkelanjutan di Malang. Baginya, sepak bola harus dipandang sebagai alat pemersatu bangsa, bukan justru menjadi pemicu keretakan sosial.

ADVERTISEMENT

"Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah," kata Yusrinal dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Yusrinal juga menekankan bahwa Arema bukan hanya soal mengejar trofi atau kemenangan di lapangan hijau, melainkan tentang bagaimana menjaga martabat dan persaudaraan masyarakat Malang Raya.

Pihaknya berharap, pemerintah terus memberikan dukungan dari sisi regulasi hingga infrastruktur demi prestasi klub yang lebih baik.

Suasana haru sekaligus membakar semangat terjadi saat tokoh pendiri Arema Ovan Tobing memberikan orasi di atas panggung dalam konsilidasi tersebut. Dengan menggelegar, pria yang akrab disapa Bung Ovan ini meminta seluruh Aremania untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kebanggaan.

"Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali," ujar Ovan Tobing dengan lantang.

Bung Ovan juga memberikan peringatan keras agar sejarah kelam masa lalu tidak kembali terulang. Menurutnya, mata publik akan tertuju pada laga kontra Persebaya nanti.

Sehingga menjaga nama baik Malang adalah harga mati. Ovan meminta seluruh pihak membuktikan bahwa Malang bisa menjadi tuan rumah yang bertanggung jawab.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, acara ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman yang memuat enam poin penting.

Dokumen itu disepakati oleh perwakilan komunitas, korlap suporter, serta Presidium Aremania Ali Rifki, disaksikan langsung oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto.

Dalam nota kesepahaman itu secara garis besar mengatur larangan kekerasan di dalam maupun luar stadion, penghormatan terhadap tim tamu dan perangkat pertandingan, hingga koordinasi ketat dengan aparat keamanan.

Selain itu, poin sanksi tegas bagi pelanggar juga disisipkan guna memberikan efek jera bagi siapa pun yang mencoba mencoreng sportivitas.

Sementara Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, yang hadir mewakili Bupati Malang, turut memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai, stadion harus bertransformasi menjadi ruang pembelajaran sosial yang aman dan membanggakan.

"Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda," kata Firmando.

Firmando menegaskan, Malang Raya harus mulai dikenal dunia karena kedewasaan dan sportivitas suporternya, bukan lagi karena fanatisme buta.

"Tentu kita ingin stadion menjadi ruang aman dan nyaman. Sekaligus membanggakan bagi semua pihak," pungkasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads