Persela Akhiri Paceklik Kemenangan, Bima Sakti: Ini Modal Bangkit

Championship

Persela Akhiri Paceklik Kemenangan, Bima Sakti: Ini Modal Bangkit

Eko Sudjarwo - detikJatim
Sabtu, 28 Mar 2026 21:45 WIB
Pelatih Persela Bima Sakti
Pelatih Persela Bima Sakti (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Persela Lamongan akhirnya mengakhiri tren negatif usai meraih kemenangan atas Persiba Balikpapan dalam lanjutan Championship. Kemenangan ini disambut positif Pelatih Laskar Joko Tingkir, Bima Sakti setelah dua laga sebelumnya menelan kekalahan.

Laga Persela kontra Persiba Balkpapan berlangsung di Stadion Surajaya, Sabtu (28/3/2026) tanpa penonton. Gol-gol Persela dicetak oleh Adam Malik pada menit ke-55 dan Risqki Putra pada menit ke-79.

"Alhamdulillah kita bisa bermain maksimal hari ini dengan tiga poin. Kemenangan ini penting karena di dua pertandingan sebelumnya kita mengalami kekalahan beruntun," ujar Bima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hasil ini bukan didapat dengan mudah. Ia menyebut proses mengembalikan mental, motivasi, dan performa pemain membutuhkan kerja keras. "Untuk mengangkat performa, motivasi, dan semangat pemain memang perlu proses dan tidak mudah. Tapi hari ini kita bisa," tambahnya.

Bima juga mempersembahkan kemenangan ini untuk suporter setia Persela, seperti LA Mania dan Curva Boys, yang terus memberikan dukungan. Ia berharap kemenangan ini menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi laga-laga selanjutnya, sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.

ADVERTISEMENT

"Kemenangan ini untuk masyarakat Lamongan dan suporter. Dukungan mereka sangat berarti, baik yang datang langsung maupun yang mendukung dari rumah," ujarnya.

Bima mengungkapkan evaluasi permainan timnya, terutama di babak pertama yang dinilai kurang efektif. Menurutnya, tekanan untuk meraih kemenangan di kandang sendiri membuat pemain tampil terburu-buru.

"Di awal kita terlalu ingin cepat mencetak gol, sehingga malah jadi bumerang. Di babak kedua kita ubah, main lebih sabar," jelasnya.

Perubahan strategi tersebut terbukti efektif, terutama setelah masuknya pemain pengganti.

Bima secara khusus menyoroti kontribusi pemain asing Jonny Campbell yang berhasil mencetak gol penentu kemenangan. "Jonny kita masukkan dan dia bisa cetak gol. Itu hal yang positif," tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya komunikasi positif antar pemain sebagai kunci kebangkitan di babak kedua. Untuk laga selanjutnya melawan Deltras, Bima mengisyaratkan tidak akan banyak melakukan perubahan komposisi tim.

"Kita akan mempertahankan winning team. Chemistry pemain harus tetap dijaga," ujarnya.

Namun, ia memastikan memiliki banyak opsi pemain, termasuk kembalinya beberapa pemain yang siap diturunkan.

Sementara itu, Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, mengaku hasil tersebut sangat mengecewakan. Ia bahkan menyebut kekalahan ini sebagai puncak dari berbagai persoalan yang terjadi di dalam tim, terutama faktor non-teknis.

"Secara hasil memang sangat mengecewakan. Ini menurut saya puncak dari hal-hal yang terjadi di dalam tim, terutama non-teknis," ujar Leonard dalam konferensi pers usai pertandingan.

Dari sisi permainan, Leonard menilai timnya sebenarnya sudah mencoba tampil sesuai rencana, terutama di babak pertama dengan menguasai bola dan menciptakan peluang. Namun, minimnya persiapan membuat kondisi fisik pemain tidak optimal.

"Persiapan kami sangat minim, jadi kelihatan anak-anak kedodoran secara fisik," jelasnya.

Memasuki babak kedua, ia mengakui Persela tampil lebih efektif. Persiba pun kesulitan mengembangkan permainan dan minim peluang. "Di babak kedua Persela tampil cukup bagus. Kami minim peluang dan ada beberapa kesalahan mendasar yang akhirnya dihukum," tambahnya.

Leonard turut menjelaskan perbedaan perannya saat masih menjadi manajer tim dibandingkan kini sebagai pelatih. Menurutnya, sebagai pelatih ia memiliki tanggung jawab penuh dalam pengambilan keputusan, terutama terkait aspek teknis dan taktikal.

"Kalau sekarang sebagai pelatih, saya yang banyak mengambil keputusan soal taktikal dan bagaimana tim bermain," ujarnya.

Ia juga mengaku lebih menikmati peran sebagai pelatih meski tekanan yang dihadapi berbeda. "Tekanan pasti ada, tapi berbeda. Di sini ada tekanan yang lain dibanding sebelumnya," tambahnya.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads