Arema FC takluk di Lampung. Sempat unggul di babak pertama melalui Joel Vinicius, dua kartu merah untuk Pablo Oliviera dan Dalberto mengacaukan permainan Singo Edan. Bhayangkara berbalik unggul jelang akhir laga melalui Mbarga dan Sidibe.
Duel Bhayangkara Presisi Lampung FC kontra Arema FC diselenggarakan di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, malam ini pukul 20.30 WIB. Laga ini akan dipimpin oleh wasit Yudai Yamamoto asal Jepang.
Hujan deras mengguyur arena pertandingan, kedua tim menjalani laga dalam lapangan yang becek. Tempo tinggi disuguhkan masing-masing kesebelasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arema membuka peluang di menit ke-7. Memanfaatkan laju umpan Bhayangkara yang tersendat, Gustavo Franca menyambarnya dengan sepakan keras. Dimentahkan Aqil Savik. Bola muntah dieksekusi Vinicius tetapi kembali digagalkan.
Arema betul-betul mampu beradaptasi dengan beceknya lapangan. Singo Edan kembali memperoleh peluang di menit ke-16 melalui kaki Gabi. Sepakannya meleset tipis di kanan gawang Aqil Savik.
Hingga menit ke-30 tak ada skema mengesankan dari kedua tim. Kecenderungan umpan jauh lalu duel diperagakan masing-masing kesebelasan. Beceknya lapangan amat mengganggu sirkulasi bola.
Gawang Arema bergetar namun bukan karena gol. Menit ke-33, bermula dari serangan balik cepat, Sidibe mengirim crossing ke muka gawang yang diakhiri tandukan Ryo Matsumura. Tiang menggagalkan peluang tersebut.
Joel Vinicius merobek gawang Bhayangkara pada tambahan waktu. Berawal umpan silang Franca ke tiang dua, Dalberto memantulkannya dengan tandukan. Bola liar disambar Vinicius. 0-1 Arema unggul.
Sebelum babak pertama buyar, wasit Yudai Yamamoto memberi kartu merah untuk Arema. Pablo Oliviera menginjak dengan telak pergelangan kaki Frengky Missa.
Paruh pertama berkesudahan 0-1 bagi tim tamu yang melanjutkan sisa laga dengan 10 pemain.
Tak lama setelah babak kedua dimulai, Bhayangkara memperoleh peluang. Sepakan bola mati Sidibe membuahkan kemelut di muka gawang Arema. Sepakan Nehar Sadiki masih mampu dibendung oleh Gianluca.
Matsumura bermanuver membelah pertahanan Arema di menit ke-60. Beberapa tekukan ia lakukan sebelum melepaskan tembakan. Mengarah ke gawang, namun masih terlalu lemah di hadapan Gianluca.
Terjadi intrik di antara Dalberto dan Slavko. Dalam duel keduanya saling melanggar satu sama lain. Wasit Yudai Yamamoto mengganjar kartu kuning untuk mereka di menit ke-66.
Setelah mengulas tayangan VAR, diketahui Dalberto melayangkan pukulan pada Slavko. Kartu merah diberikan pada top skor Arema tersebut. Singo Edan menjalani sisa laga dengan 9 pemain.
Firza Andika melepaskan tembakan jarak jauh di menit ke-73. Bola menghujam keras dan akurat ke arah gawang. Gianluca sigap mengatasi.
Gol untuk Bhayangkara FC di menit ke-75. Bermula dari sepak sudut Sidibe, Privat Mbarga melayang menanduk bola. Kali ini Gianluca tak sanggup mengatasi. Skor 1-1.
Penalti untuk Bhayangkara di menit ke-82. Tangan Betinho menyikut Dendy Sulistiawan hingga terjatuh di kotak terlarang. Moussa Sidibe maju sebagai algojo.
Lucas Frigeri dimasukkan Marcos Santos mengganti Gianluca untuk meladeni penalti Bhayangkara. Keputusan tersebut tak mengubah keadaan. Sepakan Sidibe merobek gawang Arema di menit ke-87. Skor 2-1 Bhayangkara berbalik unggul.
Kedudukan 2-1 bertahan hingga laga usai. Singo Edan takluk di Lampung.
Susunan pemain
Bhayangkara Presisi Lampung FC: Aqil Savik (GK), I Putu Gede, Nehar Sadiki, Slavko Damjanovic, Frengky Missa, Moises Wolschick, Wahyu Subo Seto (C), Ryo Matsumura, Privat Mbarga, Moussa Sidibe, Bernard Doumbia.
Arema FC: Gianluca Pandeynuwu (GK), Hansamu Yama (C), Pablo Oliviera, Iksan Lestaluhu, Rio Fahmi, Betinho, Matheus Blade, Gustavi Franca, Dalberto, Gabi, Joel Vinicius.
(auh/abq)
