Ditekuk Persib 3-0, Marcos Reina: Kami Sudah Sangat Berani

Super League

Ditekuk Persib 3-0, Marcos Reina: Kami Sudah Sangat Berani

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 17:45 WIB
Pelatih Persik, Marcos Reina
Pelatih Persik, Marcos Reina (Foto: Dok Persik Kediri)
Kediri -

Persik menjadi korban kesekian dari kedigdayaan Stadion GBLA. Pasukan Macan Putih dipaksa tumbang 3-0 oleh Persib Bandung, Senin (9/3/2026) malam. Hasil ini membuat Macan Putih tertahan di posisi 12 dengan 29 poin.

Permainan sengit tersuguhkan sejak awal laga. Persik tampil percaya diri meladeni permainan terbuka Persib Bandung. Namun, dua gol penalti tuan rumah meruntuhkan mental bertarung anak asuh Marcos Reina.

Kendati kalah telak, Marcos Reina menilai para pemainnya beraksi dengan berani sekalipun mengetahui rekor gemilang Persib pada laga kandang. Pasukannya tampil tak kenal takut dalam laga tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir kita memainkan pertandingan yang sangat berani di stadion yang sangat sulit, di mana kita menunjukkan permainan sepak bola yang bagus, di mana kita sangat dekat dengan mencetak gol dalam banyak situasi," tutur Reina seusai pertandingan.

Dominasi penguasaan bola dipertontonkan para penggawa Persik. Beberapa peluang dengan probabilitas tinggi mereka ciptakan. Tetapi itu saja tak cukup.

ADVERTISEMENT

Persib memiliki deretan pemain berpengalaman dengan mutu berkualitas. Kemampuan pengambilan keputusan dan kepiawaian mengontrol jalannya laga dari pemain Maung Bandung mengajarkan Persik bahwa sepak bola tidak hanya tentang ball possesion.

"Kita menguasai bola dari salah satu tim terbaik di liga dengan pemain-pemain yang luar biasa, tetapi kita menghadapi banyak pemain yang memiliki kepribadian berbeda," ujarnya menambahkan.

Banyak peluang diciptakan pasukan Marcos Reina dari skema pressing atas dan intensitas tinggi yang diperagakan. Pola tersebut cukup mengancam sebelum dua gol penalti menghantam gawang Leo Navacchio. Setelah itu, laga seakan usai lebih cepat bagi Persik.

"Kami melakukan kesalahan dalam dua penalti, dan itulah yang menghancurkan kami. Gol ketiga juga menghancurkan kami," imbuhnya

Setelah kebobolan, Persik tampak kehilangan kontrol permainan. Hingga akhir laga Macan Putih tak mampu lepas dari tekanan.

"Setelah mereka mencetak gol ini, bagi kami situasinya menjadi lebih sulit, karena kami benar-benar tahu bahwa jika kami mencetak satu gol di babak kedua, kami akan tetap bertahan, dan dengan cara kami bermain, kami tahu bahwa kami bisa memiliki peluang," tandasnya.

Ini menjadi laga terakhir Persik di bulan Ramadan. Pertandingan akan kembali mereka jalani kala menjamu Persijap Jepara di Stadion Brawijaya, Senin (6/4/2026).



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads