Persebaya Surabaya berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi para pemain jelang menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Dengan jeda pertandingan yang sangat mepet, fokus utama tim kini tertuju pada proses recovery sebelum turun di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2) malam.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menegaskan, prioritas utamanya saat ini adalah memastikan kondisi fisik pemain kembali prima. Menurutnya, masa pemulihan yang singkat menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
"Saat ini yang paling utama adalah melihat kondisi pemain dan melakukan evaluasi pertandingan sebelumnya," ujar Tavares dikutip dari laman resmi Persebaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padatnya jadwal semakin terasa berat karena tim harus menempuh perjalanan darat cukup panjang dari Jepara ke Surabaya, dengan durasi sekitar tujuh hingga delapan jam. Perjalanan tersebut dinilai cukup menguras tenaga para pemain.
Selain itu, PSM memiliki keuntungan waktu istirahat lebih panjang satu hari. Dalam situasi kompetisi yang ketat, selisih waktu pemulihan tersebut bisa memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan fisik di lapangan.
"Mereka punya satu hari istirahat lebih banyak. Kami juga harus menjalani perjalanan panjang, tentu ini bukan situasi yang mudah bagi pemain," tambahnya.
Persebaya juga dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Rachmat Irianto harus absen akibat kartu merah, sementara Toni Firmansyah tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning. Ditambah beberapa pemain yang masih dibekap cedera, kondisi ini membuat tim pelatih harus menyusun strategi dengan komposisi yang ada.
"Kami harus membuat rencana yang baik dengan pemain yang tersedia," tutup Tavares.
(auh/hil)
