Persik Rapuh di Belakang, Cukup Bertaji di Depan

Super League

Persik Rapuh di Belakang, Cukup Bertaji di Depan

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Senin, 23 Feb 2026 16:45 WIB
Pemain bertahan Persik, Mario Yagalo dan Henhen Herdiana
Pemain bertahan Persik, Mario Yagalo dan Henhen Herdiana. (Foto: Dok Persik Kediri)
Kediri -

Kerapuhan lini pertahanan menggelayuti Persik Kediri dalam mengarungi sisa kompetisi Super League 2025/2026. Jelang bertandang melawan Persis Solo, gawang tim Macan Putih telah robek 13 kali dalam 5 pertandingan terakhir.

Lubang menganga di sektor pertahanan Persik hingga kini belum mampu diatasi oleh pelatih Marcos Reina. Persoalan pertahanan sangat krusial bagi tim Macan Putih saat ini. Pasalnya, hingga pekan ke-22 Super League, Persik hanya sekali nirbobol kala bertandang ke Jepara.

Marcos Reina menyampaikan bahwa anak asuhnya terlalu mudah kebobolan pada laga-laga yang dijalani. Terakhir, gawang Persik dihajar 4 gol kala menjamu Bhayangkara FC di Stadion Brawijaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak bertahan dengan baik. Kita tidak bisa dengan mudah kebobolan, saat situasi sulit untuk mencetak gol," terang Marcos Reina usai laga kontra Bhayangkara FC.

Ketidaknyamanan Marcos Reina pada pertahanan timnya tercermin dalam komposisi bek yang ia pasang di setiap laga. M. Firli, Hamra Hehanussa, Kiko, dan Chechu Meneses sering dilukir bergantian. Seakan tak ada pakem pasti mengenai siapa duet bek tengah utama.

ADVERTISEMENT

Kendati tak rapi dalam bertahan dan menanggung banyak kebobolan, di putaran kedua ini Persik menjadi tim yang cukup bertaji dalam mencetak gol. Anak asuh Marcos Reina mampu mencatatkan 10 gol dalam 5 laga terakhir.

Hadirnya Jon Toral dan Adrian Luna menawarkan warna baru bagi permainan Persik. Kreasi serangan Macan Putih kini lebih variatif dengan umpan dan pergerakan bervisi dari keduanya. Ditambah, Ernesto Gomez, Ezra Walian, dan Enrique cukup tajam di depan gawang.

Gaya para pemain Persik Kediri dalam menyusun serangan tersebut menuai pujian dari pelatih Marcos Reina. Menurut Reina, anak asuhnya tampil impresif manakala bergerilya membongkar pertahanan lawan.

"Tapi saya senang melihat bagaimana pemain menyerang, berani datang dari belakang, menutup pergerakan, mencoba memenangkan permainan, menjadi lebih baik daripada tim lawan selama pertandingan," jelas Marcos Reina.

Sebelum bertandang ke Solo, Persik perlu segera menemukan solusi terbaik untuk lini pertahanan. Tanpa penguatan berarti pada pertahanan, tim Macan Putih bisa saja tertikam di Manahan.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads