Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mulai menyiapkan program latihan khusus untuk menghadapi periode kompetisi yang berlangsung selama bulan Ramadan. Penyesuaian dilakukan terutama pada intensitas latihan serta pengelolaan kondisi fisik pemain yang menjalankan ibadah puasa.
Tavares menegaskan tim pelatih harus menghormati kondisi pemain yang berpuasa sekaligus memastikan mereka tetap berada dalam kondisi aman dari risiko cedera.
"Sekarang kami harus menyiapkan tim untuk latihan selama Ramadan. Ada beberapa pemain yang menjalankan puasa, jadi tentu kami harus menghormati itu. Kami akan berusaha menjaga situasi ini supaya tidak ada pemain yang cedera. Karena kalau tidak makan dan tidak minum, intensitas latihan tidak bisa terlalu tinggi. Jadi kami akan mencoba mengontrol hal tersebut," ujar Tavares.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berharap timnya bisa memulai pertandingan pertama di bulan Ramadan dengan performa yang baik, terutama dengan menjaga konsistensi permainan sejak awal hingga akhir laga.
"Bagi saya, awal yang bagus adalah tampil baik sejak menit pertama sampai akhir pertandingan dan mencoba meraih tiga poin. Itu tidak akan mudah, tapi saya yakin tim akan berusaha," tambahnya.
Sementara itu, pemain Persebaya, Andhika Ramadhani, mengaku para pemain akan mengikuti arahan tim pelatih terkait penyesuaian program latihan selama Ramadan.
"Kami mengikuti arahan pelatih saja. Kalau di bulan biasa mungkin intensitas latihan lebih tinggi dibanding bulan Ramadan. Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, kecuali kalau latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi insyaallah kami sudah terbiasa menjalani itu saat Ramadan," jelasnya.
(auh/hil)











































