Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung, Sabtu (14/2/2026). Dalam pertandingan tersebut, kapten tim Bruno Moreira menjadi sorotan setelah terlihat kesal ketika ditarik keluar lapangan.
Performa Bruno pada laga itu dinilai belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Sang kapten tampak frustrasi saat harus digantikan di tengah pertandingan.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares memahami reaksi yang ditunjukkan kaptennya. Menurut dia, rasa kecewa merupakan hal wajar bagi pemain yang memiliki keinginan kuat untuk terus berkontribusi bagi tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir tidak ada pemain yang suka untuk diganti. Kalau dia harus keluar lapangan, saya tidak suka. Saya lebih memilih dia keluar dengan rasa marah atau kecewa karena ingin tetap bermain," tutur Tavares usai laga.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa performa Bruno dalam pertandingan tersebut belum sesuai dengan ekspektasinya, terlebih sebagai seorang kapten tim.
"Jadi, kita perlu kerja keras untuk dapat menjadi pilihan di laga selanjutnya. Saya rasa performanya hari ini tak sebagus yang saya ekspektasikan dari seorang Bruno. Bagi saya, sangat penting pemain dengan peran yang dia emban, Bruno adalah kapten kami," imbuhnya.
Tavares menilai situasi seperti itu merupakan hal yang biasa dalam sepak bola. Ia menekankan bahwa laga melawan Bhayangkara menjadi pengalaman penting bagi Bruno untuk bangkit dan memperbaiki performanya ke depan.
"Hari ini laga tidak berjalan baik untuk Bruno dan sekarang hal positif untuknya adalah pengalaman dari situasi tersebut, termasuk dari kekalahan hari ini," jelasnya.
Pasca kekalahan ini, Tavares memilih fokus menatap laga selanjutnya. Ia berharap para pemain segera kembali dalam kondisi prima guna menyongsong pertandingan berikutnya.
