Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku cukup frustasi setelah anak asuhnya hanya bisa berbagi angka 1-1 melawan sepuluh pemain Dewa United. Bajul Ijo tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah Nick Kuipers pada menit 37.
Pada laga tersebut, permainan di babak pertama berlangsung menarik. Persebaya membuka keunggulan pada menit 23 melalui Rivera yang dibalas M. Kafiatur pada menit 30. Paruh kedua, Bajul Ijo mendominasi dalam kebuntuan. Tak ada tambahan gol dari kedua tim.
Tavares memaparkan analisisnya mengenai kebuntuan Persebaya membongkar pertahanan Dewa United pada babak kedua. Menurutnya, sirkulasi bola yang kurang cepat membuat timnya tak mampu menemukan celah dari sepuluh pemain Banten Warrior.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalahnya adalah ketika unggul jumlah pemain, kita tidak cukup cerdik untuk mengalirkan bola secara cepat untuk membuka ruang. Tim lawan hanya bermain bertahan dengan kedalaman lalu mengirim umpan jauh pada Alex Martins kemudian mencoba mencari pelanggaran, itu saja. Saya memahami itu karena mereka kalah jumlah pemain," tutur Tavares.
Ia menambahkan bahwa perubahan yang coba dilakukan pada babak kedua dengan memasukkan beberapa pemain tengah belum cukup ampuh mengatasi pertahanan Dewa United.
"Yang saya sampaikan di ruang ganti, kami mencoba mengubah dinamika tiga pemain tengah. Kami menaruh Irianto sebagai gelandang bertahan lalu Matos dan Rivera lebih menyerang. Matos awalnya cukup baik, bergerak di ruang antar lini. Tetapi bola tidak pernah kami umpan secara bagus. Kami terlalu banyak menahan dan membawa bola," imbuhnya.
Tavares juga menegaskan bahwa ia mengapresiasi kerja keras para pemainnya sekaligus mengeluhkan ketidakmampuan mereka memanfaatkan situasi unggul jumlah pemain.
"Ketika saya mengungkapkan ini, bukan berarti para pemain tidak bekerja keras. Mereka telah bekerja keras, tetapi terkadang, mereka terlalu banyak menggunakan hati daripada kepala," ungkapnya.
Ia memahami kelebihan Dewa United. Tetapi, dengan situasi di lapangan yang menguntungkan anak asuhnya, Tavares merasa frustasi karena kegagalan memanfaatkan benefit tersebut.
"Inilah mengapa saya frustasi, tetapi saya paham kita bermain melawan Dewa. Dewa adalah salah satu tim di liga yang memiliki 2 sampai 3 pemain berkualitas di setiap posisi. Kita perlu lebih bersahaja, ini bukanlah hasil yang buruk. Skor 1-1, bermain dengan unggul jumlah pemain, di kandang, saya frustasi karena saya ingin menang," pungkas Tavares.
(auh/hil)
