Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mewaspadai kekuatan PSIM Yogyakarta jelang pertemuan kedua tim pada pekan ke-18 Super League. Laga tersebut akan menjadi ujian berat bagi Bajul Ijo dalam upaya meraih hasil positif.
Bernardo menilai, PSIM bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata, meski berstatus sebagai tim promosi. Menurutnya, kekuatan PSIM tercermin dari harga pasar skuad yang mereka miliki.
"Memang ini tim baru musim ini, tetapi jika melihat anggaran mereka saat ini atau menganalisis nilai pasar pemain di Transfermarkt, mereka berada di posisi lima besar. Sementara Persebaya mungkin di posisi 10 atau 11," ujar Bernardo Tavares dalam konferensi pers, Sabtu (24/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih asal Portugal itu menyebut kondisi tersebut menunjukkan bahwa PSIM memiliki nilai skuad yang tinggi di atas kertas. Namun, ia juga menegaskan bahwa sepak bola tidak selalu ditentukan oleh besarnya nilai pemain.
"Artinya, saat ini tim tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi berdasarkan Transfermarkt. Namun kami tahu bahwa terkadang di lapangan, uang tidak selalu menjamin apa pun. Tetapi dalam situasi ini, nilai tersebut benar-benar tercermin dalam kerja dan performa mereka" katanya.
Bernardo menyoroti intensitas permainan PSIM yang dikenal agresif dan mengandalkan kerja keras sepanjang pertandingan. Hal itu membuat Persebaya harus menyiapkan antisipasi di setiap fase permainan.
"Jadi besok kami harus fokus di semua momen permainan: transisi menyerang dan bertahan, organisasi menyerang dan bertahan, serta situasi bola mati," jelas Bernardo.
Situasi bola mati menjadi salah satu perhatian utama Persebaya. Bernardo menilai PSIM memiliki kekuatan dalam memanfaatkan set piece, termasuk pada laga terakhir yang berbuah gol.
"Kami menilai bahwa gol pada pertandingan terakhir berasal dari bola mati, jadi kami harus menjadi tim yang kuat agar bisa mendapatkan hasil yang bagus di sini," ucapnya.
Selain aspek teknis, faktor psikologis juga menjadi perhatian Bernardo. Ia menyebut para pemain Persebaya masih mengingat kekalahan dari PSIM pada putaran pertama musim ini.
"Para pemain ingat bahwa tim ini mengalahkan Persebaya pada putaran pertama. Saya percaya besok mereka akan lebih fokus di semua momen pertandingan," tuturnya.
Meski demikian, Bernardo menegaskan bahwa Persebaya tidak datang ke laga ini dengan rasa inferior. Ia mengakui kekuatan PSIM, namun menilai hasil pertandingan akan ditentukan oleh kerja keras di lapangan.
"Namun di sisi lain, ini adalah tim yang kuat. Jadi jika kami ingin mendapatkan hasil yang baik di sini, kami harus bekerja lebih keras dari mereka," pungkasnya.
Bernardo menekankan pentingnya fokus dan determinasi sepanjang laga. Menurutnya, Persebaya harus menunjukkan intensitas yang lebih tinggi jika ingin membawa pulang poin dari pekan ke-18 Super League.
(auh/hil)











































