Persela Lamongan terus mematangkan persiapan jelang laga tandang menghadapi PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, akhir pekan ini. Salah satu pekerjaan rumah (PR) utama yang masih dibenahi adalah efektivitas penyelesaian akhir.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat bertandang ke markas PSS Sleman, Laskar Joko Tingkir sebenarnya mampu tampil kompetitif dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, lemahnya finishing membuat banyak peluang gagal dikonversi menjadi gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada laga melawan PSS Sleman, Persela bahkan mendominasi peluang di babak pertama. Sayangnya, dari beberapa kesempatan emas yang tercipta, hanya satu gol yang mampu dihasilkan pada babak kedua.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengakui penyelesaian akhir menjadi fokus utama pembenahan timnya menjelang duel melawan PSIS Semarang.
"Ya kita perbaiki juga segala kekurangan yang kita alami kemarin saat di Sleman. Ada beberapa peluang di babak pertama, hitungan saya ada empat, dan hanya satu yang menjadi gol di babak kedua," ujar Bima Sakti, Rabu (21/1/2026).
Selain masalah finishing, pelatih berlisensi Pro AFC tersebut menilai masih ada beberapa aspek permainan lain yang perlu dievaluasi. Pembenahan dilakukan secara menyeluruh agar Persela bisa tampil lebih efektif dan konsisten saat menghadapi PSIS yang dikenal kuat saat bermain di kandang.
"Mudah-mudahan kekurangan dan kesalahan-kesalahan bisa kita perbaiki. Ini menjadi tanggung jawab saya untuk memberikan perbaikan, terutama dari kekurangan yang terlihat pada pertandingan kemarin," tegasnya.
Persela Lamongan dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang pada laga tandang berikutnya. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Laskar Joko Tingkir untuk membuktikan hasil evaluasi sekaligus meningkatkan performa demi meraih hasil positif di Stadion Jatidiri.
(auh/abq)











































