Kesempatan mengenakan seragam Timnas Futsal Indonesia U-16 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Muhammad Khisnulloh Al Tsani. Pemain asal Sidoarjo itu menjadi bagian dari skuad Garuda Muda yang sukses mempersembahkan medali emas di ajang ASEAN U16 Boys Championship 2025 yang berlangsung di Thailand.
Bagi Khisnulloh, keberhasilan tersebut bukan sekedar soal gelar juara. Ada rasa haru, bangga, dan kepuasan batin yang menyatu setelah melewati berbagai rintangan sejak awal menekuni futsal.
"Perasaan saya waktu juara pasti sangat senang, bangga sama diri saya sendiri, dan sangat terharu," ujar Khisnulloh kepada detikJatim, Kamis (8/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dari seluruh rangkaian turnamen, momen yang paling membekas justru hadir sejak saat laga pertama. Bukan saat gol tercipta atau peluit akhir dibunyikan, melainkan ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan di lapangan.
"Waktu pertandingan pertama lawan Myanmar, saya menangis saat Indonesia Raya. Karena itu mimpi saya dari kecil," katanya.
Tangis itu menjadi simbol perjalanan mimpi yang perlahan berubah menjadi kenyataan. Dari turnamen sekolah hingga akhirnya berdiri sejajar membawa lambang Garuda di dada, Khisnulloh merasakan betul arti membela Merah Putih.
Meski telah mencicipi manisnya gelar juara di level ASEAN, Khisnulloh menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah garis akhir. Ia menyadari jalan yang ia tempuh masih panjang dan penuh tantangan.
"Target saya ingin membela timnas senior hingga mendunia dan bisa masuk Piala Dunia," tegasnya.
(auh/hil)











































