Muhammad Khisnulloh menjadi salah satu punggawa Timnas Futsal Indonesia U-16 yang sukses menjuarai ASEAN U16 Boys Championship 2025 di Thailand. Pemain asal Sidoarjo itu menapaki perjalanan kariernya dari level pelajar, sebelum akhirnya berkembang hingga menembus skuad Garuda Muda.
Di balik pencapaiannya tersebut, perjalanan Khisnulloh menuju level tim nasional tidak terjadi secara instan. Semuanya berawal dari momen sederhana saat ia masih duduk di bangku kelas 9 SMP dan pertama kali mengenal futsal di lingkungan sekolah.
Khisnulloh mengisahkan, awal perkenalannya dengan futsal terjadi ketika ia dipilih sang guru untuk mengikuti turnamen antarsekolah. Kepercayaan tersebut berbuah manis setelah tim sekolahnya berhasil keluar sebagai juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kenal futsal dari awal kelas 9. Waktu itu saya dipilih guru untuk mengikuti turnamen antarsekolah dan sekolah saya juara 1. Dari situ saya mulai suka futsal dan merasa nyaman bermain futsal," ujar Khisnulloh kepada detikJatim, Kamis (8/1/2026).
Meski sudah jatuh hati pada futsal, langkah Khisnulloh sempat terhambat keinginan orang tuanya yang mengarahkan ia untuk fokus ke sepak bola, cabang olahraga yang telah digelutinya sejak kecil. Bahkan, saat duduk di kelas 1 SMA, ia sempat berhenti bermain futsal dan masuk ke akademi sepak bola.
Namun, kecintaannya pada futsal tak pernah benar-benar hilang. Pada saat kelas 2 SMA, Khisnulloh kembali mencari jalannya di futsal dan akhirnya bergabung dengan tim Spinone. Keputusan tersebut diambil dengan penuh keyakinan, meski pada awalnya belum sepenuhnya mendapat izin dari orang tua.
"Waktu itu saya sebenarnya belum dibolehkan, tapi saya memaksa karena saya punya tekad tinggi untuk membuktikan ke orang tua saya bahwa saya bisa," tuturnya.
Tekad tersebut perlahan membuahkan hasil. Bersama Spinone, Khisnulloh tampil di ajang AAFI Sidoarjo dan sukses meraih gelar juara. Prestasi itu mengantarkan timnya mewakili Sidoarjo ke Provinsi.
Perjalanan impresif Khisnulloh berlanjut hingga level nasional. Bersama timnya, ia kembali menorehkan prestasi dengan menjuarai AAFI Nasional dan meraih predikat top skor. Penampilan apiknya mampu menarik perhatian jajaran pelatih Timnas Futsal Indonesia.
Khisnulloh kemudian dipanggil mengikuti seleksi nasional yang diikuti oleh 24 pemain terbaik dari berbagai daerah. Melalui proses seleksi yang ketat tersebut, hanya 14 pemain yang akhirnya terpilih untuk memperkuat Timnas Futsal Indonesia U-16 dan Khisnulloh menjadi salah satunya.
"Saya nggak menyangka sama sekali. Sampai saya tanya ke pelatih, ternyata memang saya yang dipanggil. Saya langsung nangis dan memeluk kedua orang tua saya," pungkasnya.
Keberhasilan menembus Timnas Futsal U-16 dan menjuarai AFF Futsal U-16 menjadi bukti bahwa perjalanan panjang Muhammad Khisnulloh yang bermula dari turnamen sekolah berhasil mengantarkannya ke panggung tertinggi futsal kelompok usia di Asia Tenggara.
