Hilmi Dipecat Putra Jaya Pasuruan Buntut Tendangan Kungfu di Liga 4

Hilmi Dipecat Putra Jaya Pasuruan Buntut Tendangan Kungfu di Liga 4

Adhar Muttaqin - detikJatim
Selasa, 06 Jan 2026 07:56 WIB
Hilmi Dipecat Putra Jaya Pasuruan Buntut Tendangan Kungfu di Liga 4
Pemain Putra Jaya Pasuruan M Hilmi menendang dengan sengaja pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha hingga kolaps saat laga babak 32 besar Liga 4 PSSI Jatim di Stadion Gelora Bangkalan (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar)
Tulungagung -

PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan resmi memecat pemain yang melakukan tendangan kungfu saat laga melawan Perseta 1970 Tulungagung di Bangkalan. Surat pemecatan diunggah melalui media sosial klub.

Dalam unggahan di akun Instagram @ps.putrajaya, surat keterangan bernomor PSPJ/02/05-01-2026, Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P menyatakan memberhentikan pemain atas nama Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Latar belakang pemberhentian disebutkan dengan jelas merupakan buntut dari insiden laga Liga 4 babak 32 besar zona Jatim antara PS Putra Jaya Sumurwaru dan Perseta 1970, tanggal 5 Januari 2026, pukul 14.36 WIB di stadion Bangkalan. Kejadian tersebut mengakibatkan pemain Perseta 1970 Firman Nugraha mengalami cedera dan harus ditandu keluar lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memutuskan untuk melakukan. pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar," tulis surat yang ditandatangani Gaung Andaka.

ADVERTISEMENT

Disebutkan tindakan yang dilakukan Hilmi tidak sesuai dengan azas fair play dalam pertandingan sepak bola. Ulah pemain tersebut juga dinilai menyalahi koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan.

"Kami selaku pengurus Ps Putra Jaya Sumurwaru juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami khususnya kepada tim Perseta 1970," jelasnya.

Sementara itu dalam keterangan sebelumnya, pelatih Perseta 1970 Tulungagung Medi Radondo, mengatkan saat ini kondisi pemainnya, Firman telah membaik setelah mendapat penanganan medis.

Kondisi dada Firman Nugraha, pemain Perseta Tulungagung setelah mengalami tendangan horor dari pemain Putra Jaya PasuruanKondisi dada Firman Nugraha, pemain Perseta Tulungagung setelah mengalami tendangan kungfu Hilmi pemain Putra Jaya Pasuruan (Foto: Dok. Istimewa)

"Alhmdulillah aman, sudah sehat kembali," kata pelatih Perseta 1970 Tulungagung, Medi Redondo, Senin (5/1/2026).

Menurutnya sesaat setelah kejadian dalam pertandingan melawan klub Putra Jaya Pasuruan di Stadion Bangkalan, Firman sempat ditandu keluar lapangan dan menjalani perawatan di dalam ambulans.

"Tidak sampai dibawa ke rumah sakit, tapi dirawat di dalam ambulans," ujarnya.

Perseta menilai pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi layak mendapatkan kartu merah sesuai sikap wasit. Pihaknya mengaku tidak akan mengambil langkah lain karena pemain yang curang telah mendapatkan sanksi dari wasit.

"Kalau tadi sudah dinkasih kartu merah. Kalau mau kita protes nggak bisa, karena masih dalam pertandingan. Sehingga murni ranah wasit. Kalau tadi tidak dikartu merah baru kami naikkan," jelasnya.

Sebelumnya, laga Liga 4 antara Putra Jaya Kabupaten Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung diwarnai insiden tendangan horor pemain. Akibatnya pemain yang mendapat tendangan harus dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang dihimpun di situs pssijatim.com laga antara Putra Jaya Kabupaten Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026) pukul 13.00 WIB.

Kedua tim bermain di grup CC Liga 4 PSSI Jatim putaran 32 besar. Dalam laga ini, Putra Jaya mengenakan jersei warna kuning sedangkan Perseta jersei hijau.

Dari video live streaming yang ditayangkan di kanal YouTube PSSI Jawa Timur, insiden bermula saat Firman Nugraha, pemain Perseta hendak merebut bola tapi tiba-tiba secara sengaja ditendang dengan brutal oleh Muhammad Hilmi tepat mengenai dada.

Firman pun langsung ambruk, wasit yang melihat tendangan horor itu langsung mencabut kartu merah untuk pemain bernomor punggung 23 itu. Pemain Perseta yang tak terima sempat mengejar Hilmi yang kemudian disuruh rekannya keluar lapangan untuk menghindari kontak fisik.




(auh/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads