Persela Lamongan berhasil mengamankan tiga poin penting usai menundukkan Persiba Balikpapan dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Pegadaian Championship 2025-2026.
Laga Persela kontra Persiba digelar di Stadion Surajaya, Lamongan Minggu (4/1) kick off 19.00 WIB. Gol tunggal Laskar Joko Tingkir dicetak oleh M. Hambali Tholib menit ke-48.
Pelatih Persela, Bima Sakti menilai laga berjalan tidak mudah, terlebih timnya harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah. Meski demikian, ia memuji mental dan organisasi permainan timnya yang mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah unggul, anak-anak bermain sangat disiplin. Mereka tahu kapan harus bertahan, kapan harus menutup ruang. Situasinya tidak mudah, apalagi kami bermain dengan 10 pemain," ujar Bima Sakti setelah laga.
Menurutnya, kunci kemenangan Persela terletak pada kedisiplinan lini belakang serta kerja sama seluruh pemain yang rela turun membantu pertahanan saat Persiba meningkatkan tekanan.
"Semua pemain turun membantu. Itu yang saya tekankan, jangan panik, tetap fokus, dan jaga konsentrasi," tambahnya.
Bima Sakti juga mengakui Persiba Balikpapan memberikan tekanan cukup besar, terutama di babak kedua. Namun, ia menilai para pemain Persela mampu menjalankan instruksi dengan baik dan meminimalkan kesalahan.
Bima Sakti menegaskan kemenangan ini menjadi modal penting bagi Persela untuk menatap pertandingan berikutnya. Namun ia juga mengingatkan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan, terutama terkait konsistensi permainan dan pengelolaan emosi pemain agar tidak mudah kehilangan pemain akibat kartu.
"Ini kemenangan penting, tapi tetap ada evaluasi. Kompetisi masih panjang," pungkasnya.
Sementara itu, pelatih Persiba Balikpapan M Nasuha mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan bagi timnya. Ia menilai timnya sebenarnya mampu menguasai permainan, namun kesulitan menembus pertahanan Persela yang tampil disiplin setelah unggul lebih dulu.
"Tentu ini hasil yang sangat mengecewakan bagi kami. Setelah mereka unggul, semua pemain Persela turun bertahan dan mereka sangat disiplin, sehingga kami kesulitan menembus pertahanan," ujar Nasuha.
Ia juga menyoroti faktor kurangnya kesabaran anak asuhnya dalam membangun serangan, khususnya saat mengalirkan bola ke lini depan. "Kurang sabarnya kami dalam delivery bola ke striker membuat kami kesulitan menciptakan peluang bersih," tambahnya.
Meski demikian, Nasuha akan segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki performa pada pertandingan selanjutnya. "Ini tentu sulit bagi kami, tapi kami akan evaluasi untuk laga berikutnya," tegasnya.
(dpe/abq)











































