Persela 11 Laga Tanpa Kemenangan, Ini Kata LA Mania

Eko Sudjarwo - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 12:29 WIB
suporter persela
Suporter Persela (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Persela Lamongan, tim kebanggaan warga Lamongan tengah dihadapkan pada paceklik kemenangan. Terakhir kali kemenangan diraih Persela ketika menghadapi Persik Kediri pada putaran pertama pekan ke-9 BRI Liga 1, tepatnya pada 29 Oktober 2021.

Apa harapan suporter Persela terhadap tim kesayangannya yang masih terseok-seok dalam perjalanannya di Liga 1?

Tak ada harapan lain dari suporter Persela selain berharap agar tim yang mereka dukung dapat segara bangkit dan mengakhiri paceklik kemenangan. Mereka berharap agar Persela bisa segera bangkit dan mampu bangkit dari zona degradasi.

"Musim ini adalah musim yang berat bagi kita semua. Bahkan lebih berat dari pada musim kemarin. Selain perkembangan tim peserta lain yang lebih baik, progres Persela sendiri seakan jalan di tempat," kata salah satu koordinator kelompok suporter Persela, Curva Boys, Miftachul Arief kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Harapan untuk bangkit sempat tumbuh ketika Persela melakukan pergantian di kursi pelatih, dari yang sebelumnya diduduki oleh Iwan Setiawan, digantikan oleh Jafri Sastra. Perombakan komposisi pemain juga dilakukan pada jeda patuh musim. Persela melepas beberapa pemain baik lokal maupun asing dan mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk Jose Wilkson dan Selwan Aljaberi.

Tapi nampaknya para pendukung setia Persela harus lebih bersabar, karena perombakan yang telah dilakukan belum mampu membawa Persela meraih kemenangan di 3 pertandingan awal putaran kedua BRI Liga 1.

"Dalam beberapa pertandingan terakhir Persela sendiri tidak pernah menang. Bukan berarti pemain yang tidak bagus. Namun sangat jelas terlihat di lapangan koordinasi permainan terlihat kurang dari cukup. Koordinasi antar lini dan chemistry antar pemain masih kurang," ujar pria yang akrab disapa Basir tersebut.

Basir berharap Persela segera menemukan permainan terbaiknya dan kembali ke jalur kemenangan, sehingga bisa melepaskan diri dari jerat degradasi. "Entah apa yang membuat menjadi seperti ini. Tentu saja banyak faktor yang melatar belakangi ya. Harapan kami ke depan. Semoga seluruh pemain, staf pelatih dan manajemen bisa menjadi satu, dalam satu keluarga besar Persela Lamongan. Karena di sanalah kami titipkan kebanggan dan kehormatan kami. Cukup beberapa bagian dari hidup kami saja yang gagal. Asal jangan Persela," ucap Basir.

Penjaga gawang PSS Sleman Miswar Saputra (kanan) berusaha mengalau bola umpan silang yang mengarah ke pesepak bola Persela Lamongan Guilherme Felipe De Castro (kedua kanan) dan Riyatno Abiyoso (kedua kiri) pada pertandingan Liga I di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (11/12/2021). Pada pertandingan tersebut PSS Sleman dan Persela Lamongan bermain imbang 1-1. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.Persela saat bermain imbang melawan PSS Sleman (Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum LA Mania, Saptaya Nugraha. Menurutnya, komunikasi antara manajemen, pelatih dan pemain merupakan kunci bagi sebuah tim untuk meraih prestasi.

"Yang terpenting kebersamaan dan kekompakan tetap terjalin antara pelatih, pemain dan manajemen. Insyaallah dengan segala upaya yang dilakukan bisa tetap bertahan di Liga 1," terangnya.

Nugraha menambahkan perubahan permainan yang ditunjukkan Persela dalam 3 pertandingan terakhir membuatnya merasa optimistis Persela akan segera bangkit dan meraih kemenangan yang sudah begitu dirindukan oleh para suporter.

"Permainan Persela menurut saya sudah meningkat. Tapi karena banyak pemain baru sehingga perlu perpaduan. Untuk 3 kali pertandingan kemarin memang imbang lawan Persipura, kalah dari Persita dan imbang lagi lawan Persija. Insya Allah nanti pertandingan berikutnya tren-nya agak naik," ucap Nugraha.

Untuk diketahui, Terakhir kali Persela meraih kemenangan yaitu ketika menghadapi Persik Kediri pada putaran pertama pekan ke-9 BRI Liga 1, tepatnya pada 29 Oktober 2021. Setelah kemenangan tipis 1-0 atas Persik, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut seolah kehilangan tajinya.

Tercatat hingga kini sudah 11 pertandingan dilalui tanpa sekalipun kemenangan, di mana 6 laga berakhir dengan kekalahan dan 5 laga lainnya berakhir imbang, termasuk saat menghadapi Persija Jakarta di pekan ke-20 kemarin yang berakhir dengan skor 1-1.

Rentetan hasil minor tersebut membuat Persela menjadi penghuni zona degradasi, menempati peringkat 16 dengan koleksi 16 poin, ditemani Barito Putera di urutan 17 dengan koleksi 15 poin dan Persiraja Banda Aceh di urutan 18 dengan raihan 7 poin



Simak Video "Menpora Pastikan Polri Izinkan Liga 1 Digelar 27 Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)