Ada Lele Bumbu Rujak Legendaris di Arena Muktamar NU Jombang

Ada Lele Bumbu Rujak Legendaris di Arena Muktamar NU Jombang

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 01 Agu 2026 16:00 WIB
Rekomendasi kuliner di Jombang jelang Muktamar NU
Lele bumbu rujak, rekomendasi kuliner jelang muktamar NU (Foto: Enggran Eko Budiarto/ detikjatim)
Jombang -

Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Di lokasi ini rupanya terdapat tempat makan yang legendaris. Namanya Warung Bu Jujuk yang eksis sejak 1980 dengan menu andalannya lele bumbu rujak.

Warung Bu Jujuk berada di kawasan PP Bahrul Ulum Tambakberas, tepatnya di samping gapura Tambakrejo Gang IV, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Bangunannya yang sederhana ternyata menyimpan segudang cerita.

Bu Jujuk merupakan sapaan akrab mendiang Siti Zulaikah yang meninggal pada 2013. Sejak tahun 2010, tempat makan ini dikelola anaknya yang nomor empat, yakni Ahmad Syafi'i (52). Pria kelahiran Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo ini generasi kedua Warung Bu Jujuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awal berdirinya (Warung Bu Jujuk) tahun 1980, itu (pendirinya) orang tua saya sendiri. Nama lengkapnya Siti Zulaikah, tapi orang manggilnya Bu Jujuk," kata Syafi'i saat berbincang dengan detikJatim di warungnya, Sabtu (1/8/2026).

Rekomendasi kuliner di Jombang jelang Muktamar NUGapura Tambakrejo Gang IV, Desa Tambakrejo di kawasan PP Bahrul Ulum Tambakberas (Foto: Enggran Eko Budiarto/ detikjatim)

Lele bumbu rujak menjadi menu andalan Warung Bu Jujuk selama puluhan tahun. Menurut Syafi'i, insipirasinya datang dari Haji Kasturi, guru Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Umum. Sebab Kasturi mempunyai peternakan lele.

ADVERTISEMENT

"Ibu saya punya inovasi lele dibumbu rujak. Terus itu berkembang, kebanyakan itu dari pondok-pondok banyak yang pesan, alumni-alumni suka," terangnya.

Lele bumbu rujak di Warung Bu Jujuk disajikan hanya dengan nasi hangat dan irisan timun sebagai lapapan. Daging lele yang lembut dan gurih, bersatu padu dengan bumbu yang juga gurih dan pedas. Sehingga menggoyang lidah setiap penikmatnya.

Rekomendasi kuliner di Jombang jelang Muktamar NUWarung Bu Jujuk dengan menu lele bumbu rujak (Foto: Enggran Eko Budiarto/ detikjatim)

Santan kental menjadi bahan kunci yang membuat kuliner legendaris ini maknyus. Bumbu lainnya standar saja. Antara lain, cabai dan bawang merah, bawang putih, asam dan tomat.

"Kalau balado mungkin bali itu ya, itu tak pakai santan, cuma pakai kecap, tapi ini pakai santan, ciri khasnya sendiri," jelas Syafi'i.

Cita rasa yang dijaga selama puluhan tahun membuat lele bumbu rujak di Warung Bu Jujuk tetap eksis dan laris manis. Ya, Syafi'i mengaku rata-rata menghabiskan 7-8 Kg lele/hari. Apabila ada event besar, 25 Kg lele bisa habis dalam sehari. Tak ayal omzetnya rata-rata mencapai Rp 1 juta/hari.

Padahal, jam buka warung ini hanya pukul 04.00-09.00 WIB. Ditambah lagi harganya sangat ramah di kantong, yakni Rp 12.000/porsi. Harga bali dan kare ayam juga sama, kecuali bali telur Rp 10.000/porsi. Sedangkan teh dan kopi hanya Rp 3.000 dan Rp 4.000/gelas.

"Dari kecil saya ikut ke sini, sejak masih sekolah sudah membantu, makanya tahu resepnya. Makanya itu rasanya tidak berubah walaupun sudah ganti generasi," ungkapnya.

Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas tentu menjadi momen berharga bagi Syafi'i. Ia berencana membuka warungnya sampai pukul 18.00 WIB. Jumlah lele yang ia siapkan pun bakal mencapai 25 Kg per hari.

"Ini sebenarnya kalau saya hitung dulu sekarang ini, mungkin sampai jam magrib, tapi tidak menutup kemungkinan nanti ada saudara saya yang membantu ya bisa sampai malam," tandasnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads