Pecel Mbok Bari merupakan warung makan yang sudah tak asing lagi di telinga warga Blitar. Salah satu cabang warung pecel legendaris yang sering dikunjungi yakni Pecel Mbok Bari 6 di Kawasan Makam Bung Karno. Warung pecel ini jadi fovorit pejabat hingga wisatawan. Salah satu yang berkunjung adalah Wapres Gibran.
Saat detikJatim menjajal nasi pecel legendaris yangada di Jalan Ir. Soekarno No.189, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, ternyata bukan cuma pecel yang menjadi menu utama. Ada aneka lauk dan masakan lain yang disediakan bagi pengunjung
Pecel Mbok Bari yang legendaris di Kota Blitar kerap jadi jujugan tokoh dan pejabat. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim) |
Seperti pada umumnya, seporsi nasi pecel disajikan lengkap dengan sayuran, sambel pecel, tempe goreng, dan rempeyek. Pembeli juga dapat menambahkan lauk sesuai selera. Seperti telur goreng, ayam goreng dan sebagainya. Sejumlah pengunjung tampak menikmati pecel dengan keluarga maupun kerabatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harganya untuk nasi pecel komplit mulai Rp 10 ribu per porsi, meskipun di Kawasan wisata tapi kami tidak matok harga. Untuk pilihan sambel pecel ada yang pedas dan sedang. Bisa juga tambah lauk, menyesuaikan pembeli," terang Pemilik Warung Mbok Bari 6, Achmad Cholik (42) kepada detikJatim, Minggu (15/3/2026).
Pecel Mbok Bari memiliki cita rasa yang khas, cenderung memiliki rasa kacang yang kuat tetapi kaya perpaduan rempah. Menurut Achmad, itu karena pecel ini menggunakan resep bumbu sambal pecel turun temurun dari keluarganya. Kualitas bahan baku pecel harus dijaga dan diperhatikan dengan baik sebab kualitas bahan baku juga menentukan rasa pecel.
"Mungkin yang membedakan itu ya dari resep keluarga ya, yang jelas kami selalu menggunakan bahan yang bagus supaya rasanya tidak berubah. Meskipun harga kacang tanah atau cabai mahal, kami tetap pilih yang kualitas bagus," jelasnya.
Pecel Mbok Bari yang legendaris di Kota Blitar kerap jadi jujugan tokoh dan pejabat. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim) |
Achmad mengatakan warung pecel Mbok Bari sudah ada sejak 1964. Sebelumnya warung Mbok Bari memiliki 6 cabang yang tersebar di wilayah Kota Blitar. Namun saat ini, hanya tersisa 4 cabang saja. Meski demikian warung pecel Mbok Bari selalu ramai didatangi pengunjung dimanapun cabangnya.
"Sudah ada sejak 1964, cabang pertama itu sekitar 100 meter dari sini. Awal mulanya warung pecel turun temurun ini ya dari sana. Warung kami sempat ada 6 cabang, tapi sekarang cabang ke-4 dan ke-5 sudah tutup," katanya.
Pengunjung warung pecel Mbok Bari tak hanya warga Blitar, namun juga didominasi wisatawan dari berbagai daerah. Khususnya wisatawan di Kawasan Makam Bung Karno. Tak hanya itu, warung pecel yang berada di seberang luar Makam Bung Karno itu juga kerap disinggahi pejabat negara serta tokoh nasional.
Hal itu terlihat dari sejumlah foto yang dipajang di dinding warung. Mulai dari Wapres RI Gibran Rakabuming, Gubernur Jatim Khofifah, Eks Mensos Tri Rismaharini dan sebagainya.
Pecel Mbok Bari yang legendaris di Kota Blitar kerap jadi jujugan tokoh dan pejabat. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim) |
"Alhamdulillah pas kunjungan Pak Wapres juga sempat mampir ke sini, senang sekali. Beberapa pejabat juga kadang mampir setelah ziarah ke Makam Bung Karno," imbuhnya.
Warung Pecel Mbok Bari buka setiap hari, mulai pukul 05.00 WIB-15.00 WIB. Menurut Achmad, warungnya tetap buka di Hari Raya Idul Fitri. Alasannya untuk memenuhi permintaan pelanggan yang pulang kampung dan kangen dengan pecel Mbok Bari.
"Kami tetap buka saat lebaran, tutup pas hari pertama saja. Ini karena biasanya pemudik atau yang pulang kampung tetap cari pecel Mbok Bari, jadi kami tetap buka. Kami juga sediakan pecel kemasan, biasanya juga dicari untuk buah tangan pemudik maupun wisawatan," tandasnya.
(irb/dpe)



