- Daftar Nama-nama Makanan Unik di Jawa Timur 1. Sompil 2. Rujak Soto 3. Rujak Cingur 4. Nasi Boran 5. Orem-orem 6. Sate Biawak 7. Sambal Walang Sangit 8. Botok Tawon 9. Enthung Goreng 10. Nasi Tumpang 11. Lodho 12. Nasi Jancuk 13. Rondo Royal 14. Peli Kipu 15. Tahu Lettek 16. Tahu Tek 17. Botok Yuyu 18. Lawa Cacing 19. Mie Banteng 20. Sate Kere
Makanan dengan nama unik menjadi salah satu daya tarik kuliner Jawa Timur. Penamaan yang tidak biasa kerap membuat orang penasaran, bahkan sebelum mencicipi rasa yang ditawarkan.
Di balik nama-nama tersebut, tersimpan cerita tentang asal-usul daerah, bahan utama, cara pengolahan, hingga nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Tak hanya unik dari segi nama, ragam kuliner ini juga menawarkan cita rasa khas yang membedakannya dari makanan pada umumnya.
Daftar Nama-nama Makanan Unik di Jawa Timur
Beragam daerah di Jawa Timur memiliki kuliner khas dengan penamaan yang tak lazim. Keunikan nama tersebut kerap mencerminkan karakter daerah, kebiasaan masyarakat, hingga cerita lokal yang melekat pada setiap hidangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sompil
Kuliner Tulungagung: Warung Sompil Mbah Yem. Foto: Google Maps/Willy Martines Sayoga |
Sompil merupakan makanan khas Tulungagung. Hidangan ini berupa irisan lontong yang disiram sayur lodeh berkuah encer, dilengkapi kacang tolo atau kedelai goreng yang dikenal dengan potah. Keunikannya terletak pada penggunaan bubuk kedelai goreng sebagai pelengkap, serta daun lompong atau talas.
2. Rujak Soto
Rujak Soto khas Banyuwagi Foto: Ardian Fanani |
Berasal dari Banyuwangi, rujak soto menggabungkan dua hidangan berbeda, yakni rujak dan soto. Isian rujak berupa sayuran, lontong, dan bumbu petis disiram kuah soto daging atau babat yang panas dan kental. Rasanya memadukan pedas, manis, asam, dan gurih dalam satu sajian.
3. Rujak Cingur
Kuliner Banyuwangi Naik Kelas, Menikmati Rujak Soto di Restoran Foto: Ardian Fanani |
Rujak cingur adalah kuliner khas Surabaya yang sering disebut sebagai salad tradisional Jawa Timur. Hidangan ini berisi sayuran rebus, tahu, tempe, lontong, dan potongan cingur atau hidung sapi, lalu disiram bumbu kacang bercampur petis udang yang kuat.
4. Nasi Boran
Nasi Boran Khas Lamongan Foto: detikcom/Riska Fitria |
Nasi coran berasal dari Lamongan. Penyajiannya unik karena menggunakan wadah tradisional berupa bakul bambu besar yang disebut boran. Nasi ini disajikan bersama aneka lauk seperti ikan sili, tahu, tempe, urap, serta sambal yang diulek langsung di tempat.
5. Orem-orem
Orem-Orem Kuliner Khas Malang Foto: Muhammad Aminudin |
Orem-orem merupakan makanan khas Malang. Hidangan berkuah santan kental ini berisi potongan lontong dan tempe mendol, lalu dimasak dengan bumbu kuning yang gurih dan harum.
6. Sate Biawak
Sate biawak berasal dari Bojonegoro dan Madiun. Kuliner ekstrem ini menggunakan daging biawak yang dipercaya sebagian orang memiliki khasiat tertentu. Rasanya disebut mirip ayam, namun teksturnya lebih alot.
Baca juga: Apa Bedanya Lontong Balap dan Tahu Campur? |
7. Sambal Walang Sangit
Sambal khas Ngawi ini menggunakan serangga walang sangit yang digoreng, lalu diulek bersama cabai dan rempah. Aromanya khas dan cukup menyengat, menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner ekstrem.
8. Botok Tawon
Botok Sarang tawon Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng |
Botok tawon ditemukan di Banyuwangi dan Tulungagung. Makanan ini terbuat dari sarang lebah yang masih berisi larva, dibumbui kelapa parut dan rempah, lalu dikukus dalam daun pisang. Rasanya gurih pedas dengan sensasi renyah.
9. Enthung Goreng
Enthung goreng berasal dari wilayah Ngawi dan Madiun. Bahan utamanya adalah kepompong ulat jati yang digoreng hingga renyah. Kuliner ini populer di pedesaan sebagai camilan sekaligus sumber protein.
10. Nasi Tumpang
Nasi Sambal Tumpang Foto: Instagram |
Nasi tumpang populer di kawasan Mataraman seperti Kediri dan Madiun. Keunikannya terletak pada sambal tumpang berbahan tempe semangit yang dimasak dengan santan dan rempah, menghasilkan aroma dan rasa yang kuat.
11. Lodho
Nasi Ayam Lodho Durenan Foto: Disparbud Kabupaten Trenggalek |
Lodho adalah masakan ayam khas Tulungagung dan Trenggalek. Ayam dibakar atau diasap terlebih dahulu sebelum dimasak dalam kuah santan kental berbumbu pedas dan gurih.
12. Nasi Jancuk
Nasi jancuk merupakan nasi goreng khas Surabaya dengan tingkat kepedasan ekstrem. Nama "jancuk" digunakan untuk menggambarkan sensasi pedas yang luar biasa dari sambal melimpah di dalamnya.
13. Rondo Royal
Rondo Royal Foto: iStock |
Rondo royal adalah jajanan pasar yang terbuat dari tape singkong, dilapisi adonan tepung, lalu digoreng. Namanya berarti "janda kaya", merujuk pada rasa manis dan legit yang memanjakan lidah.
14. Peli Kipu
Ilustrasi Peli Kipu Foto: Bayu Ardi Isnanto / detikcom |
Peli kipu merupakan sebutan lokal untuk kue manco, kuliner khas dari beberapa daerah seperti Malang. Kue ini terbuat dari tepung ketan yang digoreng, dilumuri gula, dan ditaburi wijen.
15. Tahu Lettek
Tahu lettek adalah makanan ringan khas dari Kabupate Lamongan. Tahu goreng disajikan dengan bumbu petis dan kacang yang diulek kasar bersama cabai dan bawang putih.
16. Tahu Tek
Tahu Tek Foto: Google Review |
Tahu tek merupakan kuliner khas Surabaya. Nama "tek" berasal dari bunyi gunting saat memotong tahu dan lontong, yang kemudian disiram bumbu kacang bercampur petis udang.
17. Botok Yuyu
Botok yuyu berasal dari Kabupaten Mojokerto dan Jombang. Bahan utamanya adalah kepiting sawah kecil, yang dihaluskan bersama kelapa dan rempah, lalu dikukus dalam daun pisang.
18. Lawa Cacing
Lawa cacing adalah kuliner khas Kabupaten Banyuwangi berbahan cacing laut musiman. Cacing diolah bersama kelapa parut dan bumbu urap, sehingga menghasilkan cita rasa gurih khas laut.
19. Mie Banteng
Mie banteng populer di Malang. Nama banteng digunakan untuk menggambarkan sensasi pedas ekstrem dari mi dengan sambal khusus berkadar cabai tinggi.
20. Sate Kere
Ilustrasi Sate Kere Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom |
Sate kere terbuat dari tempe gembus atau lemak sapi non-daging. Nama "kere" berarti murah atau sederhana, merujuk pada harga yang terjangkau.
Itulah deretan makanan dengan nama unik di Jawa Timur yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas kuliner daerah. Tertarik menguji nyali mencicipi sambal walang sangit atau menikmati sensasi rujak soto langsung di daerah asalnya?
Artikel ini ditulis oleh Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.
(ihc/irb)











