Makanan dengan Nama Unik di Jawa Timur, Banyak yang Bikin Penasaran

Makanan dengan Nama Unik di Jawa Timur, Banyak yang Bikin Penasaran

Fadya Majida Az-Zahra - detikJatim
Sabtu, 27 Des 2025 17:20 WIB
Ilustrasi nama-nama makanan unik di Jawa Timur.
Ilustrasi nama-nama makanan unik di Jawa Timur. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Makanan dengan nama unik menjadi salah satu daya tarik kuliner Jawa Timur. Penamaan yang tidak biasa kerap membuat orang penasaran, bahkan sebelum mencicipi rasa yang ditawarkan.

Di balik nama-nama tersebut, tersimpan cerita tentang asal-usul daerah, bahan utama, cara pengolahan, hingga nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Tak hanya unik dari segi nama, ragam kuliner ini juga menawarkan cita rasa khas yang membedakannya dari makanan pada umumnya.

Daftar Nama-nama Makanan Unik di Jawa Timur

Beragam daerah di Jawa Timur memiliki kuliner khas dengan penamaan yang tak lazim. Keunikan nama tersebut kerap mencerminkan karakter daerah, kebiasaan masyarakat, hingga cerita lokal yang melekat pada setiap hidangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Sompil

Kuliner Tulungagung: Warung Sompil Mbah Yem.Kuliner Tulungagung: Warung Sompil Mbah Yem. Foto: Google Maps/Willy Martines Sayoga

Sompil merupakan makanan khas Tulungagung. Hidangan ini berupa irisan lontong yang disiram sayur lodeh berkuah encer, dilengkapi kacang tolo atau kedelai goreng yang dikenal dengan potah. Keunikannya terletak pada penggunaan bubuk kedelai goreng sebagai pelengkap, serta daun lompong atau talas.

2. Rujak Soto

Kuliner Banyuwangi Naik Kelas, Menikmati Rujak Soto di RestoranRujak Soto khas Banyuwagi Foto: Ardian Fanani

Berasal dari Banyuwangi, rujak soto menggabungkan dua hidangan berbeda, yakni rujak dan soto. Isian rujak berupa sayuran, lontong, dan bumbu petis disiram kuah soto daging atau babat yang panas dan kental. Rasanya memadukan pedas, manis, asam, dan gurih dalam satu sajian.

ADVERTISEMENT

3. Rujak Cingur

Kuliner Banyuwangi Naik Kelas, Menikmati Rujak Soto di RestoranKuliner Banyuwangi Naik Kelas, Menikmati Rujak Soto di Restoran Foto: Ardian Fanani

Rujak cingur adalah kuliner khas Surabaya yang sering disebut sebagai salad tradisional Jawa Timur. Hidangan ini berisi sayuran rebus, tahu, tempe, lontong, dan potongan cingur atau hidung sapi, lalu disiram bumbu kacang bercampur petis udang yang kuat.

4. Nasi Boran

Nasi Boran Mbak Sri: Sedep Miroso! Nasi Lauk Ikan Sili Bumbu PedasNasi Boran Khas Lamongan Foto: detikcom/Riska Fitria

Nasi coran berasal dari Lamongan. Penyajiannya unik karena menggunakan wadah tradisional berupa bakul bambu besar yang disebut boran. Nasi ini disajikan bersama aneka lauk seperti ikan sili, tahu, tempe, urap, serta sambal yang diulek langsung di tempat.

5. Orem-orem

Orem-Orem Jumbo Pak Mahmudi Kuliner Khas MalangOrem-Orem Kuliner Khas Malang Foto: Muhammad Aminudin

Orem-orem merupakan makanan khas Malang. Hidangan berkuah santan kental ini berisi potongan lontong dan tempe mendol, lalu dimasak dengan bumbu kuning yang gurih dan harum.

6. Sate Biawak

Sate biawak berasal dari Bojonegoro dan Madiun. Kuliner ekstrem ini menggunakan daging biawak yang dipercaya sebagian orang memiliki khasiat tertentu. Rasanya disebut mirip ayam, namun teksturnya lebih alot.

7. Sambal Walang Sangit

Sambal khas Ngawi ini menggunakan serangga walang sangit yang digoreng, lalu diulek bersama cabai dan rempah. Aromanya khas dan cukup menyengat, menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner ekstrem.

8. Botok Tawon

Botok Sarang tawon di Kedai Sundhullangit, kawasan Segajih Live In & Education, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Sabtu (11/11)Botok Sarang tawon Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Botok tawon ditemukan di Banyuwangi dan Tulungagung. Makanan ini terbuat dari sarang lebah yang masih berisi larva, dibumbui kelapa parut dan rempah, lalu dikukus dalam daun pisang. Rasanya gurih pedas dengan sensasi renyah.

9. Enthung Goreng

Enthung goreng berasal dari wilayah Ngawi dan Madiun. Bahan utamanya adalah kepompong ulat jati yang digoreng hingga renyah. Kuliner ini populer di pedesaan sebagai camilan sekaligus sumber protein.

10. Nasi Tumpang

nasi sambal tumpang untuk sarapanNasi Sambal Tumpang Foto: Instagram

Nasi tumpang populer di kawasan Mataraman seperti Kediri dan Madiun. Keunikannya terletak pada sambal tumpang berbahan tempe semangit yang dimasak dengan santan dan rempah, menghasilkan aroma dan rasa yang kuat.

11. Lodho

Nasi Ayam Lodho DurenanNasi Ayam Lodho Durenan Foto: Disparbud Kabupaten Trenggalek

Lodho adalah masakan ayam khas Tulungagung dan Trenggalek. Ayam dibakar atau diasap terlebih dahulu sebelum dimasak dalam kuah santan kental berbumbu pedas dan gurih.

12. Nasi Jancuk

Nasi jancuk merupakan nasi goreng khas Surabaya dengan tingkat kepedasan ekstrem. Nama "jancuk" digunakan untuk menggambarkan sensasi pedas yang luar biasa dari sambal melimpah di dalamnya.

13. Rondo Royal

Resep Rondo RoyalRondo Royal Foto: iStock

Rondo royal adalah jajanan pasar yang terbuat dari tape singkong, dilapisi adonan tepung, lalu digoreng. Namanya berarti "janda kaya", merujuk pada rasa manis dan legit yang memanjakan lidah.

14. Peli Kipu

Krenyes Legit Peli Kipu Khas Solo, Jorok Namanya Tapi Enak RasanyaIlustrasi Peli Kipu Foto: Bayu Ardi Isnanto / detikcom

Peli kipu merupakan sebutan lokal untuk kue manco, kuliner khas dari beberapa daerah seperti Malang. Kue ini terbuat dari tepung ketan yang digoreng, dilumuri gula, dan ditaburi wijen.

15. Tahu Lettek

Tahu lettek adalah makanan ringan khas dari Kabupate Lamongan. Tahu goreng disajikan dengan bumbu petis dan kacang yang diulek kasar bersama cabai dan bawang putih.

16. Tahu Tek

rekomendasi tahu tek enak di surabayaTahu Tek Foto: Google Review

Tahu tek merupakan kuliner khas Surabaya. Nama "tek" berasal dari bunyi gunting saat memotong tahu dan lontong, yang kemudian disiram bumbu kacang bercampur petis udang.

17. Botok Yuyu

Botok yuyu berasal dari Kabupaten Mojokerto dan Jombang. Bahan utamanya adalah kepiting sawah kecil, yang dihaluskan bersama kelapa dan rempah, lalu dikukus dalam daun pisang.

18. Lawa Cacing

Lawa cacing adalah kuliner khas Kabupaten Banyuwangi berbahan cacing laut musiman. Cacing diolah bersama kelapa parut dan bumbu urap, sehingga menghasilkan cita rasa gurih khas laut.

19. Mie Banteng

Mie banteng populer di Malang. Nama banteng digunakan untuk menggambarkan sensasi pedas ekstrem dari mi dengan sambal khusus berkadar cabai tinggi.

20. Sate Kere

sate kere soloIlustrasi Sate Kere Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Sate kere terbuat dari tempe gembus atau lemak sapi non-daging. Nama "kere" berarti murah atau sederhana, merujuk pada harga yang terjangkau.

Itulah deretan makanan dengan nama unik di Jawa Timur yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas kuliner daerah. Tertarik menguji nyali mencicipi sambal walang sangit atau menikmati sensasi rujak soto langsung di daerah asalnya?

Artikel ini ditulis oleh Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads