Ternyata Asmuni Punya Wasiat Khusus ke Putrinya Terkait Depot di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 15 Mei 2022 07:40 WIB
Warung Cingure Asmuni
Foto Asmuni di depot legendaris miliknya. Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Pelawak grup legendaris Srimulat Toto Asmuni atau yang akrab dikenal Asmuni wafat pada 21 Juli 2007. Sebelum meninggal ia sempat menyampaikan amanah kepada putri tunggalnya, Astria.

Pelawak kelahiran Jombang 17 Juni 1932 itu meminta putrinya terus mengembangkan depot di Jalan Arteri Desa Jatipasar, Trowulan, Mojokerto yang didirikan bersama istrinya Antina sekaligus ibu Astria.

Makanya, meski kondisi ekonomi depot andalan keluarga Asmuni itu sedang surut, Astria bersikukuh tetap menjalankan Warung Rujak Cingur'e Asmuni. Bahkan, ketika depot itu lebih sering tak ada pembeli.

Selain amanah ayahnya, depot itu juga merupakan sarana untuk menyalurkan hobi memasak ibunya. Baik rujak cingur sebagai menu andalan hingga rawon, ibunya yang meracik masakan.

"Saya menjaga amanah ayah. 'Ini (depot) buat kalian, buat anakmu, jagalah ibumu. Sudah terserah kamu,' begitu pesan ayah," kata Astria kepada detikJatim, Sabtu (14/5/2022).

Warung Rujak Cingure Asmuni di Desa Jatipasar itu berdiri sejak 1993 silam. Selain lokasinya yang strategis di jalan nasional, secara filosofis lokasi depot ini juga berada di antara tanah kelahiran Asmuni dan Antina.

Asmuni lahir di Desa/Kecamatan Diwek, Jombang. Sedangkan Antina lahir di Desa Brangkal, Sooko, Mojokerto.

Almarhum pelawak yang terkenal dengan kumis ala Charlie Chaplin memakai blangkon itu meminta Astria terus mempertahankan dan mengembangkan depot itu.

"Kata ayah, kenapa kok di Trowulan? Karena ini Majapahit, kembangkan! Majapahit tanah leluhur, beliau suka di sini, dekat dengan candi, pariwisata. Bakalan on," ungkap Astria menirukan ucapan ayahnya.

Ibu tiga anak kelahiran Surabaya itu menuturkan, mendiang ayahnya suka mengembangkan perekonomian di sektor pariwisata.

Selama Warung Rujak Cingure Asmuni berjaya, banyak patung karya perajin di Trowulan yang dipajang di depan warung itu. Harapannya pengunjung tertarik membeli patung-patung itu.

"Dulu di sini ada patung-patung yang titip dijual. Ayah itu mikirnya pariwisata. Ayahku itu senang menghidupkan pariwisata," jelas Astria.

Depot Asmuni Warung Rujak Cingur'e Asmuni di Mojokerto yang sepi tergerus tolDepot Asmuni Warung Rujak Cingur'e Asmuni di Mojokerto yang saat ini sepi pembeli. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)

Sepinya pembeli karena berbagai faktor sempat membuat Astria berpikir untuk menjual depot yang dirintis oleh ayah dan ibunya itu. Hasil penjualannya, dia harap bisa untuk membeli bangunan di tengah kota.

Namun, amanah Asmuni dan aneka kenangan yang tersimpan di depot itu membuatnya mengurungkan niat.

"Kami semua juga masih berat kalau menghilangkan kenangan. Sebelum pandemi sempat punya pemikiran untuk pindah. Kalau di kota jualan pasti laris. Tapi batal. Kami tidak mengeluh, kami enjoy di sini," ungkapnya.

Astria berharap warung legendaris warisan orang tuanya itu bisa kembali ramai pembeli. "Saya percaya banget Allah SWT akan memberi kemudahan melalui jalan apa pun," ujarnya.

Warung Rujak Cingur'e Asmuni tetap buka setiap hari pukul 08.00-22.00 WIB. Astria sendiri yang mengelolanya bersama Antina, ibunya. Ia juga dibantu dua anaknya dan istri anggota Srimulat, Wadino Bandempo.

Sempat jaya sebelum krisis moneter 1998 silam, kini Depot Asmuni memang sepi pembeli. Omzet sehari Rp 10 ribu dari penjualan kopi, menurut Astria, sudah lumayan.

Untung saja suami Astria yang berprofesi sebagai broker perhiasan masih memiliki pendapatan meski bukan pendapatan tetap. Selain itu, putri kedua Astria yang menjadi pramugari masih membantu perekonomian keluarga.

Warung Ruja Cingur'e Asmuni tidak hanya menyediakan rujak cingur, tapi juga ayam goreng penyet seharga Rp 20 ribu per porsi, juga soto daging, rawon, ayam bumbu rujak, krengsengan hati, krengsengan daging, dan empal penyet seharga Rp 25 ribu per porsi.

Selain menikmati aneka menu masakan Jatim itu, pengunjung juga bisa bernostalgia dengan sosok Asmuni. Sebab, foto-foto semasa hidup pelawak anggota grup lawak legendaris Srimulat itu dipajang di dinding depot.



Simak Video "Ricuh! Warga Usir Keluarga Komplotan Polisi Gadungan di Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)