Punten, Menu Ndeso Khas Pacitan Berbahan Beras Bikin Lidah Ketagihan

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Minggu, 16 Jan 2022 12:29 WIB
Punten, Menu Ndeso Berbahan Beras yang Bikin Ketagihan
Punten, kuliner berbahan beras (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Tampilannya memang jauh dari kesan mewah. Namun begitu, menu khas 'ndeso' ini dijamin membuat lidah bergoyang saat menyantapnya. Namanya Punten. Bahan bakunya beras dipadu dengan aneka bumbu tradisional.

Jenis makanan ini cukup familiar di kalangan warga 'Kota 1001 Gua'. Tempat paling mudah untuk mendapatkannya di pasar tradisional. Biasanya, Punten dijajakan bersama makanan kecil lain. Seperti getuk, cenil, juga lopis.

Kalau ogah berdesakan di pasar, ada cara lain yang lebih mudah. Yakni menunggu pedagang asongan lewat. Punten yang dibungkus daun pisang kerap ditawarkan keliling di sejumlah ruas jalan dan perkampungan. Pedagang biasanya melintas pagi hari.

"Saya sampai jadi langganan. Hampir tiap pagi beli punten. Cocok sekali untuk sarapan," ucap warga Kelurahan Ploso, Supriono (60) kepada detikJatim, Minggu (16/1/2022).

Bagi pecinta makanan berat, Punten memang bisa menjadi pilihan. Terutama untuk mengisi perut sebelum berangkat kerja. Bahan baku beras membuatnya padat dan awet kenyang. Biasanya pedagang sudah membubuhkan sedikit sambal.

"Sambalnya beda dengan sambal biasa. Ada pedasnya, ada manisnya," tambah Supriono.

Detikcom sengaja ikut masuk di antara antrean pembeli punten di Pasar Minulyo. Di pasar induk tersebut sedikitnya ada 2 penjual makanan yang menjajakan punten. Pembelinya selalu ramai saat pagi hari. Yakni antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

Punten, Menu Ndeso Berbahan Beras yang Bikin KetagihanPunten, Menu Ndeso Berbahan Beras/ Foto: Purwo Sumodiharjo

Meski tergolong populer namun harga jual punten relatif terjangkau. Pembeli dapat memesan sesuai kemampuan kantong. Untuk bungkusan kecil berisi beberapa potong dibanderol Rp 2.500. Sedangkan untuk bungkusan besar harganya Rp 5.000.

"Saya jualnya menyesuaikan kemampuan pembeli," ujar Sumiati (50), penjual punten.

Warga Desa Mentoro yang sudah puluhan tahun berjualan makanan itu pun berbagi cerita tentang cara pembuatan punten. Pertama-tama, beras yang sudah dibersihkan dikukus layaknya membuat nasi biasa. Bedanya, saat ditanak mesti ditambahkan aneka bumbu.

Adapun bumbu-bumbu tersebut antara lain kelapa parut, garam, dan daun salam. Setelah matang, nasi dibiarkan hingga suhunya dingin. Berikutnya, nasi ditumbuk hingga lumat dan dibentuk pipih. Nah, untuk penyajiannya punten dipotong kecil-kecil berbentuk belah ketupat.

Selain penambahan bumbu saat proses memasak, cita rasa punten juga dipengaruhi sambalnya. Pada tiap bungkusnya juga dilumuri sambal. Selain dominan rasa pedas, juga ada rasa manis dan gurih sekaligus. Ini karena racikannya tak sembarangan.

" Ada cabai, tomat, bawang merah, dan bawang putih. Masaknya dua kali. Pertama dikukus lalu digoreng," imbuh Sumiati.

Menikmati liburan ke daerah yang juga populer dengan sebutan 'The Hidden Paradise' ini belumlah lengkap tanpa menyelami samudera kulinernya. Pastikan punten jadi menu pembuka pagi. Tentu akan lebih lengkap jika dinikmati bersama gorengan dan secangkir kopi.



Simak Video "Presiden Jokowi: Pada 2021 Sampai Hari Ini, Kita Belum Impor Beras"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)