Segar dan Nikmatnya Nyeruput Es Dawet Blauran di Terik Siang Surabaya

Hilda Meilisa - detikJatim
Jumat, 14 Jan 2022 09:00 WIB
es dawet pasar blauran
Segar dan nikmat es dawet pasar blauran (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Cuaca terik Kota Surabaya di siang hari bisa diademkan jika ditemani kudapan es yang segar. Salah satu yang tak boleh dilewatkan yakni es dawet di Pasar Blauran.

Es Dawet Blauran ini merupakan kuliner legendaris di Kota Surabaya. Ada beberapa penjual yang telah puluhan tahun menjajakan dagangannya di sini.

Detikcom mencoba mencicipi es dawet milik salah satu penjual di sini. Langkah kaki pun terhenti di Depot Hj Rochmah.

Es Dawet milik Hj Rochmah tersaji dalam beberapa baskom besar. Tampilannya semakin menarik karena tertata rapi di atas meja bersama kudapan lainnya.

Dawet ini terbuat dari tepung beras dengan pewarna alami dari daun pandan. Di sini, es dawet disajikan dalam sebuah mangkuk. Lalu, penjual menambahkan ketan hitam, mutiara, bubur halus hingga biji salak.

es dawet pasar blauranDepot Hj. Rochmah di Pasar Blauran (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

Kemudian, es dawet disiram dengan kuah santan hingga gula Jawa cair. Tak lupa, penjual menambahkan beberapa es batu. Sluuurppp! Rasanya mantap!

Sembari menyeruput es dawet, pembeli juga bisa mencicipi sejumlah kudapan di sini. Ada bakwan sayur atau yang kerap disebut ote-ote hingga lentho yang terbuat dari kacang beras berbumbu rempah dan digoreng kering. Rasanya gurih dan nikmat.

Selain itu, di sini juga tersedia sate-satean seperti di angkringan. Ada sate usus ayam hingga sate cecek atau kikil sapi. Rasanya pedas dan gurih.

Jika masih lapar, di sini juga menyediakan sejumlah makanan berat. Pilihan pun jatuh pada lontong mi.

Lontong mi merupakan makanan khas Surabaya. Mirip seperti lontong balap, namun sesuai dengan namanya, pada lontong mi ada tambahan mi di atasnya.

Penyajiannya cukup unik. Penjual menyiapkan piring kemudian menambahkan potongan bawang putih goreng dan petis. Perpaduan ini kemudian diulek kasar menggunakan sendok.

Lalu, dalam piring ditambah irisan lontong, tahu hingga lentho. Kemudian disiram dengan kuah tauge yang gurih. Baru ditambahkan mi dan taburan bawang goreng di atasnya. Hmmm, rasanya semakin membuat lidah bergoyang.

Warung Hj Rochmah ini buka sejak pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB atau sampai habis. Usaha yang sudah berjalan setengah abad ini telah diteruskan oleh generasi pertama Hj Rochmah.

"Dawet Bu Hj Rochmah ini sudah 50 tahunan mbak. Tapi Bu Hj Rochmah sudah meninggal dan digantikan menantunya," kata salah seorang karyawan kepada detikcom.

Dalam sehari, Dawet Bu Hj Rochmah bisa menjual sebanyak 1.500 porsi. Kebetulan saat detikcom datang, menantu Hj Rochmah tengah tak berada di lokasi.

"Ibuk sedang di rumah menyiapkan pesanan 500 bungkus. Setiap hari kita selalu ramai pesanan, kadang 300 kadang sampai 500," tambahnya.

Sementara itu salah satu pembeli, Winda Anggraini (30) mengaku ingin nostalgia dengan rasa dawet legendaris ini. Winda mengaku saat kecil sering diajak orang tuanya mampir saat berbelanja di Pasar Blauran.

"Rasanya masih khas sama seperti waktu kecil dulu. Pas kecil sering diajak ibu ke sini," ungkapnya.

Untuk mencoba semangkuk es dawet, pengunjung tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Karena satu mangkuknya, dihargai hanya Rp 6.000 saja. Sedangkan untuk lontong mi hanya Rp 10.000, lalu gorengan dan sate-satean seharga Rp 3.000 saja. Tertarik untuk mencoba?



Simak Video "Segarnya Es Dawet Selasih Dengan Isian yang Rame dan Melimpah, Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)