Sejumlah SPBU di Kota Blitar disidak polisi, buntut kelangkaan BBM beberapa hari terakhir. Hasilnya, salah satu SPBU diduga membagi kuota BBM dalam shift pegawai. Hal itu menjadi penyebab panjangnya antrean pengendara.
Pantauan detikJatim, tiga SPBU di lokasi berbeda disidak polisi. SPBU pertama di Jalan Sudanco Supriyadi, polisi menemukan adanya stok BBM jenis pertalite masih tersedia. Namun, pihak SPBU memilih untuk menjual sementara karena menunggu pergantian shift (jam kerja).
Di SPBU kedua di Jalan Kalimantan, polisi mementau stok BBM yang telah habis sehingga menunggu pengiriman selanjutnya. Sedangkan di SPBU ketiga di Jalan Kenari, polisi memastikan stok BBM aman dan tidak menemukan indikasi penimbunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya jadi untuk SPBU di Kebonrojo tadi kami temuakan masih ada stoknya, tapi tidak dijual sementara menunggu pergantian shift. Nah, ini kami masih akan dalami mengenai SOPnya yang mungkin ada indikasi tertentu. Kami akan tindaklanjuti untuk dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut," kata Kanit Tipidter Satreskrim Polres Blitar Kota, Ipda Aristoteles Urat Natogu Sirait kepada detikJatim di lokasi, Senin (19/10/2026).
Urat menyebut pihak SPBU itu menerapkan pembagian kuota BBM sebanyak 8 ribu liter yang diterima. Stok itu dibagi dalam 3 shift, dengan masing-masing sekitar 2,5 ribu liter.
Sementara di SPBU lainnya, BBM dijual secara langsung tanpa ada pembagian shift. Misalnya, apabila stok BBM masih ada maka akan dijual secara keseluruhan.
"Tetapi sebenarnya untuk pengiriman BBM itu setiap harinya pasti ada, sekitar 8 ribu liter per SPBU. Jumlahnya itu dulu disesuaikan dengan masing-masing SPBU misalnya sampai 16 ribu liter, tapi sekarang disamakan hanya 8 ribu liter saja," jelasnya.
Menurut Urat, stok BBM jenis pertalite, pertamax dan solar di wilayah Kota Blitar cukup aman. Namun, antrean pengendara terjadi karena adanya pengurangan jumlah BBM. Selain itu, masyarakat diduga turut panik dengan isu kelangkaan BBM.
"Sehingga masyarakat tidak perlu panic buying, karena banyak yang antre di SPBU jadi akhirnya ikut juga semua mengantre dan bisa juga menyebabkan cepat habis BBM itu," katanya.
Polres Blitar Kota turut mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan kondisi BBM saat ini. Polisi juga meminta agar petugas SPBU dapat mengawasi oknum pengendara yang mencurigakan saat pembelian BBM. Hal itu untuk mencegah adanya penimbunan BBM.
Salah satu pengendara, Tivana mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite beberapa hari terakhir. Ia mengaku harus mengantre di beberapa SPBU karena kehabisan BBM.
"Sebenarnya tidak setiap hari beli BBM. Tapi pas sedang butuh, tapi di SPBU habis. Jadi harus muter-muter carinya. Semoga keadaan segera membaik," katanya.
Senada dengan supir angkutan cabai, Mei menyebut antrean pengisian BBM jenis solar turut mempengaruhi waktu pengiriman barang. Menurutnya, waktu pengiriman cabai ke Jakarta harus molor 3-4 jam.
"Iya terdampak sekali, karena waktunya habis untuk atre solar dan pengiriman jadi molor 3-4 jam. Ini kirim cabai ke Jakarta, tapi harus isi BBM dulu," tandasnya.
