Polres Bojonegoro menggelar khataman Al-Qur'an dan doa bersama bagi para tahanan, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani untuk mengajak para tahanan memperkuat keimanan sekaligus menjadikan masa penahanan sebagai momentum introspeksi diri.
Kegiatan yang digagas Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty itu mengusung tema 'Merajut Tobat, Bersihkan Hati Bersama Al-Qur'an di Balik Jeruji'.
Khataman Al-Qur'an tersebut diikuti Yenni, Wakapolres, para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, serta para tahanan. Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya memberikan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan pembentukan karakter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kegiatan, Yenni mengatakan pembinaan keagamaan diharapkan dapat membantu para tahanan meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak selama menjalani masa penahanan.
Membaca Al-Qur'an secara rutin juga diharapkan memberikan ketenangan batin, meredam kecemasan, serta mendorong para tahanan untuk melakukan introspeksi diri.
Menurut Yenni, nilai-nilai keagamaan penting menjadi bekal bagi para tahanan saat kembali ke tengah masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, mereka diharapkan dapat memperbaiki perilaku dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan proses hukum.
"Kami berharap kegiatan seperti ini mampu membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat," harap AKBP Yenni Diarty.
Polres Bojonegoro berkomitmen melanjutkan pembinaan rohani bagi para tahanan melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah dan khataman Al-Qur'an.
Upaya ini diharapkan dapat membekali para tahanan dengan nilai-nilai spiritual dan moral sehingga mereka mampu kembali ke masyarakat serta berkontribusi secara positif di lingkungan masing-masing.
