Puluhan personel Polres Blitar Kota mengikuti latihan peningkatan kemampuan dalam mitigasi bencana alam. Utamanya saat menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan peristiwa kedaruratan lainnya.
Latihan penanganan bencana itu digelar di ruang terbuka. Tujuannya agar dapat dilakukan simulasi secara langsung terkait penanganan bencana.
Peningkatan kemampuan dalam mitigasi bencana itu digelar dengan menggandeng tim pemadam kebakaran (Damkar), PMI dan sebagainya. Personel Polres Blitar Kota diajari tentang mitigasi dan penanganan bencana yang sering terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris T. Lalo mengatakan, pelatihan kemampuan bagi anggotanya itu bertujuan untuk menunjang tugas. Utamanya dalam mengedepankan keselamatan masyarakat.
"Kondisi saat ini sedang berada dalam cuaca ekstrem, kemarau panjang. Potensi bencana alam, seperti karhutla dapat terjadi di wilayah Polres Blitar Kota. Sehingga anggota perlu adanya kemampuan tambahan dalam mitigasi dan penanganan bencana," katanya kepada detikJatim, Kamis (8/10/2016).
Ancaman bencana karhutla dapat terjadi di beberapa titik di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Seperti di wilayah Gunung Pegat, di Kecamatan Ponggok.
Lalo menyebut, personel Polres Blitar Kota dapat turut membantu mengimbau masyarakat melalui pemahaman tentang bencana alam karhutla. Personel juga dapat bergerak cepat dan tepat apabila terdapat laporan tentang kebencanaan.
"Informasi bencana alam ini bisa diteruskan, dapat dicegah bersama-sama dengan masyarakat. Kemudian dapat ditanggulangi dengan cepat dan tepat," jelasnya.
Selain itu, personel juga diajari menangani peristiwa kedaruratan. Salah satunya yakni penanganan pertama dalam keadaan darurat.
"Melalui kegiatan Latkatpuan diharapkan personel memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam melaksanakan mitigasi, dan penanganan awal. Kemudian juga koordinasi dengan instansi terkait apabila terjadi bencana alam seperti karhutla maupun kondisi kedaruratan lainnya," tandasnya.
