Polres Kediri Kota Cek Keamanan Bandara Dhoho Jelang Embarkasi Haji 2027

Polres Kediri Kota Cek Keamanan Bandara Dhoho Jelang Embarkasi Haji 2027

Andhika Dwi - detikJatim
Rabu, 09 Sep 2026 14:45 WIB
Polres Kediri Kota cek kesiapan Bandara Dhoho Kediri jelang haji 2027
Polres Kediri Kota cek kesiapan Bandara Dhoho Kediri jelang haji 2027/Foto: Andhika Dwi/detikJatim
Kediri -

Polres Kediri Kota memperkuat pengamanan Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan penerbangan, sekaligus mematangkan kesiapan pengamanan jika Bandara Dhoho ditetapkan sebagai embarkasi haji pada 2027.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota meninjau langsung sejumlah fasilitas Bandara Dhoho, Rabu (9/9/2026).

Peninjauan dilakukan mulai dari area check-in domestik dan internasional, ruang Passenger Security Check Point (PSCP), imigrasi, ruang tunggu, boarding gate, baggage claim, hingga area kedatangan. Rombongan juga mengecek area Bea Cukai, main gate, terminal VIP, apron VIP, hingga Tower Air Traffic Control (ATC).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat langsung alur pergerakan penumpang sekaligus memetakan titik-titik yang membutuhkan penguatan pengamanan.

ADVERTISEMENT

Selain pengamanan penerbangan, kesiapan Bandara Dhoho menjadi perhatian karena bandara tersebut berpotensi menjadi salah satu titik embarkasi haji pada 2027. Jika terealisasi, aktivitas penumpang dan kendaraan di kawasan bandara dipastikan meningkat sehingga membutuhkan skema pengamanan yang lebih matang.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, pengamanan bandara tidak hanya dilakukan untuk menghadapi situasi rutin. Polisi juga harus menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan, termasuk kondisi yang dapat berdampak pada kelancaran penerbangan.

"Keamanan dan kenyamanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan komunikasi antara kepolisian dengan pengelola bandara harus terus diperkuat," kata AKBP Wisnu Kresno Putranto kepada detikJatim, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, koordinasi dengan pengelola bandara menjadi penting untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal. Termasuk kemungkinan perubahan situasi penerbangan akibat faktor eksternal seperti aktivitas vulkanik.

"Kita harus mengetahui setiap potensi kerawanan dan menyiapkan langkah antisipasinya. Jangan sampai ketika terjadi gangguan baru kita bertindak. Semua harus dipersiapkan sejak awal," tegasnya.

Kresno menambahkan, jika Bandara Dhoho nantinya dipercaya menjadi embarkasi haji 2027, pola pengamanan akan membutuhkan kesiapan lebih besar. Polisi harus mengantisipasi kepadatan jemaah, keluarga pengantar, kendaraan, barang bawaan, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kalau nantinya Bandara Dhoho menjadi embarkasi haji, tentu pengamanannya harus lebih maksimal. Kita perlu menyiapkan pola pengaturan arus orang, kendaraan, serta memastikan seluruh rangkaian keberangkatan jemaah berjalan aman dan tertib," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, polisi juga meninjau Tower ATC untuk mendapatkan gambaran mengenai sistem pemantauan dan pengawasan aktivitas penerbangan di Bandara Dhoho.

Usai peninjauan, Polres Kediri Kota melakukan pertemuan dengan jajaran pengelola bandara untuk memperkuat koordinasi lintas instansi.

Polres Kediri Kota menegaskan Bandara Dhoho merupakan objek vital sekaligus pintu masuk transportasi udara di wilayah Kediri. Karena itu, kesiapan pengamanan harus dibangun sejak dini, terutama menghadapi potensi peningkatan aktivitas penerbangan dan rencana pelayanan jemaah haji pada 2027.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads