Polda Jatim resmi menggelar Kejuaraan Karate Kapolda Cup 2026. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Pembukaan kejuaraan tersebut dipimpin langsung oleh Wadirresnarkoba Polda Jatim AKBP Oki Ahadian Purwono dan dihadiri Wakil Ketua II FORKI Jawa Timur, panitia penyelenggara, serta para peserta yang merupakan atlet-atlet karate terbaik dari Polres jajaran Polda Jatim.
Dalam sambutannya, Oki menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan menjadi sarana untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan semangat sportivitas di lingkungan Polri. Selain itu, Kejuaraan Karate Kapolda Cup 2026 sekaligus menjadi wadah pembinaan kemampuan personel Polri di bidang olahraga bela diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk menyalurkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus mempererat kebersamaan antarpersonel dari seluruh Polres jajaran Polda Jawa Timur," kata Oki yang berlangsung di GOR Bola Basket UNESA Lidah Wetan Surabaya, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, olahraga karate memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan karakter anggota Polri, seperti disiplin, keberanian, pengendalian diri, dan semangat juang yang tinggi. Terutama menghadapi setiap tantangan tugas sehari-hari.
"Karate mengajarkan banyak hal, mulai dari kedisiplinan, fokus, hingga mental pantang menyerah. Nilai-nilai itu sangat relevan dengan tugas kepolisian yang menuntut profesionalisme dan integritas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," lanjut Oki.
Ia berharap melalui kejuaraan ini akan lahir atlet-atlet terbaik dari lingkungan Polri yang nantinya mampu berprestasi di level yang lebih tinggi, sekaligus menjadi kebanggaan institusi.
"Kami berharap dari atlet-atlet yang berasal dari Polres jajaran ini akan muncul bibit-bibit unggul yang bisa terus berkembang dan membawa prestasi, baik untuk institusi maupun daerah. Yang terpenting, junjung tinggi sportivitas dan jadikan kompetisi ini sebagai sarana mempererat persaudaraan," tutup eks Kapolres Probolinggo itu.
