Kapolres Lamongan: Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar saat Pengesahan PSHT

Kapolres Lamongan: Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar saat Pengesahan PSHT

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 18 Jun 2026 22:45 WIB
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman saat memimpin apel
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman saat memimpin apel (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan tidak akan ada toleransi bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum selama rangkaian kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026 dan peringatan Malam Suro.

Penegasan itu disampaikan saat Apel Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT yang digelar di Alun-Alun Lamongan, Kamis (18/6/2026). Apel dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta jajaran pengamanan yang akan diterjunkan selama kegiatan berlangsung.

"Kami tidak akan ragu untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi sesuai dengan Maklumat Suro Aman dan Damai yang telah disepakati bersama. Siapa pun pelakunya, dari pihak mana pun. Tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi," kata Kapolres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap segala aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, termasuk konvoi dan arak-arakan yang kerap menjadi perhatian saat perayaan Bulan Suro. Kapolres menegaskan, seluruh personel pengamanan harus bertindak profesional dan netral dalam menjalankan tugas.

"Saya tegaskan bahwa kami berdiri di tengah dan netral. Tidak ada ampun bagi oknum massa perguruan silat maupun masyarakat yang melaksanakan konvoi, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan serta membunyikan klakson secara berlebihan yang mengganggu masyarakat," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Polres Lamongan juga memastikan tidak ada massa dari luar daerah yang diperbolehkan menghadiri kegiatan pengesahan warga baru PSHT di Lamongan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, aparat akan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan.

"Apabila ditemukan massa dari luar daerah, akan dilakukan tindakan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," ujarnya.

Kapolres juga meminta Ketua PSHT, Pamter, dan seluruh koordinator lapangan turut berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif dengan mengendalikan anggotanya selama kegiatan berlangsung. Menurut Arif, keberhasilan pengamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen organisasi yang terlibat.

Sebanyak 2.057 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan rangkaian kegiatan tersebut. Personel terdiri dari unsur Polres Lamongan, BKO Sat Brimob Polda Jatim, Dit Samapta Polda Jatim, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pamter PSHT, koordinator lapangan, hingga unsur pendukung lainnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso sebagai bagian dari pemantapan pola pengamanan dan kesiapsiagaan personel di lapangan.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pengerahan ribuan personel merupakan bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah serta kegiatan pengesahan warga baru PSHT.

"Apel ini merupakan bentuk kesiapan sekaligus komitmen bersama. Sebanyak 2.057 personel disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar. Pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," ungkap Yuhronur.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads