Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan pengesahan warga baru PSHT Tulungagung. Pengaman juga didukung oleh pasukan Brimob dan Samapta Polda Jatim.
Kasihumas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan tim gabungan yang diterjunkan mencapai 1.989 personel, terdiri dari polisi, TNI, dinas perhubungan, tim medis, pemadam kebakaran dan pengamanan internal pencak silat.
"Untuk personel Polres Tulungagung sendiri ada 863 orang, kemudian dari Kodim Tulungagung dan PM 103 personel, Satuan Brimob 150 personel," kata Iptu Nanang, Selasa (16/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu sisanya dari pengamanan internal pencak silat dan beberapa instansi yang lain. Polisi juga menyiapkan kendaraan water canon untuk mengurangi massa.
"Malam ini personel gabungan kami tempatkan di titik rawan yang sudah kami tentukan, mulai dari wilayah kota hingga wilayah selatan seperti Kecamatan Bandung, Besuki dan Pakel," jelasnya.
Untuk mengamankan kegiatan pengesahan yang berpusat di lapangan Desa Balerejo, Kecamatan Kauman Tulungagung petugas juga akan melakukan penyekatan di wilayah perbatasan Tulungagung-Trenggalek, Tulungagung-Kediri dan Tulungagung-Blitar.
"Penyekatan untuk mencegah masuknya penggembira dari luar kota," jelasnya.
Polisi mengimbau seluruh anggota perguruan silat untuk menahan diri dan tidak melakukan konvoi maupun tindakan provokatif yang dapat mengganggu keamanan.
"Tentu kami akan melakukan tindakan tegas terukur jika terjadi pelanggaran dan aksi kriminal," imbuhnya.
Nanang meminta seluruh komponen masyarakat saling menjaga keamanan dan ketertiban, selama pelaksanaan dan pascaacara pengesahan PSHT.
