Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto kembali menggaungkan semangat Jogo Jatim. Hal itu dilakukan saat berada di hadapan ribuan warga di Taman Blambangan Banyuwangi usai pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara.
Nanang menilai kegiatan budaya tersebut menjadi ajang silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Sekaligus upaya melestarikan warisan budaya bangsa.
Menurut Nanang, pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar hiburan rakyat. Melainkan menjadi sarana introspeksi sekaligus media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan, kebangsaan, dan tuntunan moral kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Esensi dari lakon Pandowo Membangun Projo ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80," kata Nanang dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Nanang menjelaskan tokoh Pandawa dalam cerita pewayangan menggambarkan sosok pemimpin yang mengutamakan keadilan, kebenaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri Untuk Masyarakat," ujarnya.
Nanang menyebutkan sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Ia menilai filosofi lakon dalam pewayangan ini menjadi pengejawantahan dari program Semangat Jogo Jatim.
"Demikian pula harapan dan tekad kami di institusi kepolisian, seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan rasa aman, menyingkirkan segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, serta menjadi teladan dalam pelayanan yang prima," imbuhnya usai pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon "Pandawa Mbangun Praja" itu.
Nanang menegaskan sebuah semangat gotong royong dan kebersamaan yang tak terpisahkan antara aparat, ulama, umaro dan seluruh elemen masyarakat Jatim. Melalui Semangat Jogo Jatim, ia mengajak masyarakat bahu-membahu, menjaga kampung halaman dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks serta intoleransi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menuturkan hal senada. Ia mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang digelar Polresta Banyuwangi.
"Karena event ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi muda," tutup Ipuk.
