Polres Blitar Kota bersinergi dalam mendukung ekonomi masyarakat dengan memberikan layanan mobilitas yang memadahi. Salah satunya yakni melalui pembangunan jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Pembangunan jembatan itu dimulai sejak awal Mei 2026, sampai dengan saat ini menunjukkan proges positif. Sejumlah anggota Polres Blitar Kota bersama dengan jajaran Polsek Udanawu terlibat langsung dalam pembangunan jembatan tersebut. Tenaga ahli konstruksi, aparat desa setempat dan masyarakat juga berpartisipasi.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat. Khususnya dalam mendukung akses transportasi dan konektivitas antarwilayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat antara Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang," terangnya, Jumat (8/5/2026).
Lalo menyebut sejumlah tahapan pembangunan telah dilakukan. Mulai dari pembuatan rangka baja, pengecatan besi jembatan, pemotongan dan perakitan tiang cor, hingga proses pengecoran pada struktur utama jembatan yang kini telah berdiri.
Menurutnya, pembangunan dilakukan dengan mengutamakan standar kualitas dan keselamatan agar jembatan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kami terus mendorong percepatan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan faktor keselamatan sehingga hasilnya maksimal. Sampai dengan saat ini progresnya sudah sekitar 75 persen," jelasnya.
Kasi Humas Polres Blitar, AKP Samsul Anwar menambahkan Pembangunan jembatan itu mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Antusiasme masyarakat dari kedua desa sangat tinggi, termasuk dengan bergotong royong membantu proses pembangunan jembatan. Sehingga pengerjaan bangunan jembatan dapat berjalan lebih cepat.
"Masyarakat berharap jembatan Merah Putih Presisi ini segera rampung, agar memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari. Termasuk sebagai sarana vital untuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, menjadi lebih mudah dan efisien. Kemudian mampu memperkuat konektivitas antar desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar," pungkasnya.
