Bulan Ramadan menjadi waktu istimewa bagi Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi untuk mempererat silaturahmi dengan tokoh agama.
Kapolres bersama jajaran menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan bersama para dai dan pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergitas serta mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan keberadaan dai dan pendeta Kamtibmas menjadi salah satu pondasi penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang terus menyampaikan pesan damai kepada umat," ucap Afrian, Jumat (6/3/2026).
Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk senantiasa mendoakan agar situasi keamanan, baik di tingkat nasional maupun internasional, tetap dalam kondisi yang kondusif. Ia berharap Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro, senantiasa berada dalam situasi aman, damai, dan penuh toleransi.
Afrian menambahkan, hingga hari ke-16 Ramadan, masyarakat Bojonegoro dinilai mampu menjaga sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan selama menjalankan ibadah puasa.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran para dai dan pendeta Kamtibmas yang aktif memberikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memohon doa dan dukungan dari para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dimulai pada 13 Maret mendatang.
Operasi ini bertujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri agar berjalan aman dan lancar.
"Kami memohon doa agar seluruh personel yang bertugas diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan Operasi Ketupat Semeru 2026," ujar Kapolres di hadapan para dai dan pendeta Kamtibmas.
Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH Alamul Huda Masyhur dalam tausiyah singkatnya menyampaikan bahwa terciptanya keamanan dan keadilan di suatu wilayah memerlukan sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, pemerintah dan tokoh agama harus berjalan seiring untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia juga mengibaratkan persatuan sebagai filosofi sapu lidi. Jika sapu lidi diikat menjadi satu, maka akan kuat dan mampu membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri, sapu lidi tidak akan memiliki kekuatan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, ulama, maupun tokoh agama lainnya, untuk terus bersatu demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.
Kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut ditutup dengan penyerahan tali asih dari Kapolres Bojonegoro kepada para dai dan pendeta Kamtibmas sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah.
Kegiatan bertema Bersama Membangun Negeri, Polri untuk Masyarakat ini turut dihadiri Wakapolres Bojonegoro dan para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro.
(ihc/hil)











































