Menanggapi aksi simpatik audiensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Kediri di Mapolres Kediri Kota, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengajak bersama berdialog dan doa bersama di Aula dan halaman Polres.
Rombongan PMII diterima langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, yang memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta pertanyaan terkait sejumlah kasus yang belakangan marak dan viral di tengah masyarakat.
Ketua Umum PMII Kediri Raya Irgi Ahmad Fahrezi menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk kontrol sosial sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap institusi kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi ini adalah aksi simpatik. Kami datang dengan niat baik untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan kegelisahan masyarakat, khususnya pemuda. Alhamdulillah kami diterima dengan sangat terbuka oleh Kapolres Kediri Kota," ujar Irgi.
Ia menambahkan, dalam audiensi tersebut PMII menyoroti pentingnya reformasi Polri yang tidak hanya bersifat formalitas.
"Kami menekankan perlunya reformasi Polri yang benar-benar substansial, mulai dari sistem, budaya, hingga nurani. Semua yang kami sampaikan alhamdulillah didengarkan dengan baik," tambahnya.
Mahasiswa secara terbuka menyampaikan pertanyaan serta pandangan kritis terkait penanganan berbagai kasus yang menjadi perhatian publik, dan seluruhnya ditanggapi langsung oleh Kapolres.
Sementara itu Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengapresiasi kehadiran PMII dan menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap Polri dan aksi positif.
"Kami justru berterima kasih kepada sahabat-sahabat PMII. Kehadiran mereka ke Polres ini menunjukkan kepedulian dan rasa sayang kepada Polri, sehingga kami diingatkan untuk terus berbenah agar ke depan menjadi lebih baik," kata Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, Polres Kediri Kota membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk mahasiswa.
"Tadi kami berdiskusi cukup panjang, hampir satu jam. Banyak masukan yang disampaikan dan akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan kami di tingkat Polres, serta akan kami teruskan ke jajaran di atas," tegasnya.
Kegiatan audiensi ditutup dengan acara doa bersama dan aksi simbolik berupa tabur bunga untuk mengenang almarhum Arianto Tawakal sebagai bentuk refleksi dan pengingat pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis.
(auh/abq)











































