Operasi Keselamatan, Polres Tulungagung Tilang 1.884 Pelanggar

Operasi Keselamatan, Polres Tulungagung Tilang 1.884 Pelanggar

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 16 Feb 2026 22:30 WIB
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Satlantas Polres Tulungagung memberikan sanksi tilang kepada ribuan pelanggar lalu lintas selama Operasi Keselamatan Semeru 2026. Mayoritas penindakan tilang dilakukan secara elektronik melalui kamera ETLE.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila, mengatakan selama pelaksanaan koperasi 2-15 Februari 2026 jumlah tilang yang dikeluarkan kepolisian mencapai 1.884. Rinciannya 1.715 tilang elektronik dan 169 tilang manual.

"Sesuai petunjuk dan pengarahan dari Korlantas Polri memang prosentase penindakan secara manual lebih kecil," kata AKP M Taufik, Senin (15/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecilnya jumlah tilang manual bukan berarti pelanggaran yang terjaring polisi hanya sedikit. Namun, para pelanggar lebih diutamakan untuk diberikan teguran secara lisan dan tertulis.

ADVERTISEMENT

"Jumlah pelanggar yang kami berikan teguran itu sebanyak 8.372 pengendara. Macam-macam persoalannya, ada yang tidak pakai helm, tidak punya SIM, di bawah umur dan lain sebagainya," jelasnya.

Selama operasi pihaknya juga memproses 52 kendaraan dengan knalpot brong. Mereka diproses hingga pengadilan dan diwajibkan mengganti knalpot brong dengan knalpot sandar.

Menurutnya upaya tersebut dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran kepada para pengguna kendaraan untuk lebih tertib di jalan raya dengan mematuhi seluruh aturan dan memakai alat keselamatan.

Sain tindakan represif, pihaknya juga melakukan kegiatan preventif dan preemtif melalui berbagai cara, termasuk berkeliling ke sekolah, tempat keramaian dan pasar tradisional.

"Masyarakat kami berikan imbauan dan pendidikan lalu lintas agar tertib di jalan," jelasnya.

Upaya peningkatan ketertiban penting untuk dilakukan, mengingat angka kecelakaan lalu lintas di Tulungagung relatif tinggi. Salah satu korban terbanyak adalah usia pelajar.

"Kegiatan preventif sasaran kami 20.052 orang dan preemtif 20.522 orang. Ini semua demi keselamatan bersama saat di jalan raya," imbuhnya.

Sementara itu selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 jumlah kecelakaan lalu lintas di Tulungagung mencapai 37 kejadian dengan korban meninggal dunia tiga orang dan luka-luka 72 orang.

"Jika dibandingkan dengan tahun 2025, terjadi peningkatan sebanyak 5 kejadian atau sekitar 15 persen," jelas Taufik.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads