Harga bahan pokok di Kabupaten Lamongan terpantau stabil menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan. Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Satgas Saber) Lamongan memastikan stok bahan pokok penting (bapokting) dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Satgas bersama sejumlah instansi terkait di Pasar Sidoharjo Lamongan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Satgas yang juga Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi.
Rizky memimpin sidak ini didampingi perwakilan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perizinan, Bulog Cabang Bojonegoro, serta instansi terkait lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas utama masih berada dalam batas wajar dan relatif stabil. Harga beras premium tercatat Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp 12.500 per kilogram.
Sementara itu, gula pasir dijual Rp 16.000 per kilogram, MinyaKita Rp 15.700 per liter, dan minyak goreng premium Rp 20.000 per liter. Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi berada di kisaran Rp 120.000 per kilogram, daging ayam ras Rp 40.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram.
Ketua Satgas Saber Lamongan berbincang dengan pedagang Foto: Istimewa |
Harga komoditas hortikultura juga terpantau stabil. Bawang merah dijual Rp 35.000 per kilogram, bawang putih Rp 33.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 80.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 28.000 per kilogram, dan cabai merah besar Rp 25.000 per kilogram. Sementara itu, harga kedelai dan jagung pipilan masing-masing berada di kisaran Rp 10.000 per kilogram.
"Secara umum kondisi stok bahan pokok di Lamongan aman dan distribusi berjalan lancar," kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid kepada wartawan usai kegiatan, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Hamzaid, stabilnya harga ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan pangan.
"Satgas Saber akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna mencegah praktik penimbunan, gangguan distribusi, maupun spekulasi harga yang berpotensi merugikan masyarakat," tegasnya.
Selain itu, lanjut Hamzaid, Satgas Saber juga mengimbau para pedagang dan distributor agar tetap menjaga stabilitas harga serta memastikan kelancaran distribusi bahan pokok. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga.
"Hal ini untuk menjaga daya beli dan ketenangan masyarakat," pungkasnya.
(ihc/dpe)

