Kapolsek Paciran Sajikan Makan Hangat-Santuni 200 Lansia Dhuafa Saat Subuh

Kapolsek Paciran Sajikan Makan Hangat-Santuni 200 Lansia Dhuafa Saat Subuh

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 13 Feb 2026 15:08 WIB
Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti saat menyalurkan bantuan
Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti saat menyalurkan bantuan. (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Udara subuh di Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran masih terasa dingin ketika satu per satu lansia berjalan menuju Masjid Mujahidin. Dengan langkah pelan dan wajah yang menyimpan harap, mereka datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga merasakan hangatnya kepedulian.

Di dalam masjid, suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan salat subuh berjemaah, Jumat (13/2/2026). Namun, pagi itu terasa berbeda. Setelah doa dipanjatkan, para jemaah tidak langsung beranjak pulang. Mereka duduk bersama, menunggu hidangan sederhana yang disiapkan dengan penuh keikhlasan.

Yang membuat suasana semakin hangat, Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti turun langsung menyajikan makanan kepada para jemaah. Dengan senyum ramah, ia menyapa para lansia satu per satu, memastikan setiap tangan menerima hidangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi para janda dhuafa lansia yang hadir, momen itu bukan sekadar makan bersama. Ada rasa dihargai, ditemani, dan diingat-hal-hal sederhana yang sering kali menjadi kemewahan di usia senja.

Kegiatan bertajuk Sedekah Akbar Peduli 200 Janda Dhuafa Lansia ini merupakan kolaborasi Polsek Paciran bersama Takmir Masjid Mujahidin Desa Sidokumpul.

ADVERTISEMENT

"Program ini telah menjadi tradisi tahunan selama tiga tahun terakhir, digelar menjelang datangnya bulan suci Ramadan," kata Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti usai kegiatan kepada wartawan, Jumat (13/2/2026) sekira pukul 11.00 WIB.

Erni Sugihastuti mengatakan, kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi bantuan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian sosial," ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Mujahidin, KH Fidaq Ashidiq, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

"Ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kasih sayang dan perhatian. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga," katanya.

Sebagai puncak kegiatan, sebanyak 200 paket sembako dibagikan kepada para janda duafa lansia di Desa Sidokumpul. Beberapa penerima tampak menahan haru saat menerima bantuan tersebut. Mata mereka berkaca-kaca, sementara senyum tipis tak lepas dari wajah.

Bagi mereka, bantuan itu bukan sekadar paket sembako. Lebih dari itu, ada rasa bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat pada waktu subuh, menyapa, melayani, dan berbagi, menjadi gambaran bahwa kepedulian bisa hadir dalam bentuk yang paling sederhana.

Di Masjid Mujahidin, pagi itu, subuh bukan hanya tentang ibadah. Ia menjadi ruang pertemuan antara empati, harapan, dan kemanusiaan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads