Wakapolda Jatim Ingatkan Personel Awasi ODOL dan Knalpot Brong

Wakapolda Jatim Ingatkan Personel Awasi ODOL dan Knalpot Brong

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 02 Feb 2026 13:35 WIB
Wakapolda Jatim Ingatkan Personel Awasi ODOL dan Knalpot Brong
Apel Operasi Keselamatan Semeru di Polda Jatim/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pasma Royce meminta seluruh personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 untuk memperketat patroli di titik rawan kecelakaan dan pelanggaran.

Ia juga menegaskan pentingnya memastikan tidak ada pengemudi yang berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Penyuluhan kepada pengusaha otobus terkait pentingnya sistem manajemen keselamatan serta kampanye keselamatan berlalu lintas melalui media cetak, elektronik maupun media sosial untuk membangun budaya tertib di masyarakat," kata Pasma saat membuka apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasma meminta seluruh personelnya, terutama Ditlantas Polda Jatim beserta jajarannya untuk wajib menempelkan stiker tanda laik jalan sebagai jaminan keselamatan bagi penumpang pada kendaraan yang lolos uji. Selain itu, tingkatkan patroli di titik-titik break spot dan trouble spot.

ADVERTISEMENT

"Seperti over dimension over loading atau ODOL melawan arus tidak menggunakan helm SNI dan penggunaan knalpot brong. Kita optimalkan penggunaan teknologi Etle untuk penindakan yang transparan dan akuntabel serta menghindari pungutan liar," ujarnya.

Polisi dengan 1 bintang di pundaknya itu berharap seluruh jajarannya melaksanakan tugas dengan profesional serta penuh tanggung jawab berpedoman pada SOP dan menjunjung etika kepolisian. Serta mengutamakan keselamatan masyarakat di atas segala-galanya.

"Jadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan pokok, maksimalkan kegiatan ramp check dan tes kesehatan bagi pengemudi. Pastikan tidak ada pengemudi yang beroperasi di bawah pengaruh pengaruh alkohol dan narkoba, tingkatkan kewaspadaan dan sense of crisis terhadap potensi bencana alam yang dapat mengganggu ancaman, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu," tuturnya.




(pfr/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads