Polres Probolinggo Kota memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 dalam konferensi pers rilis akhir tahun yang digelar di Mapolres, Senin (29/12/2025). Sejumlah indikator keamanan menunjukkan tren positif, terutama penurunan kasus narkotika dan kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri menyampaikan, sepanjang 2025 tercatat 71 kasus narkotika, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 81 kasus.
Meski jumlah perkara turun, barang bukti yang diamankan justru meningkat, di antaranya 1.234,61 gram sabu dan ribuan butir obat keras. Salah satu pengungkapan menonjol terjadi di kawasan wisata Pulau Gili Ketapang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bidang lalu lintas, jumlah pelanggaran mengalami peningkatan hingga 20.067 kasus. Namun demikian, angka kecelakaan lalu lintas justru menurun sekitar 20 persen, dari 246 kasus pada 2024 menjadi 200 kasus pada 2025. Jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 43 orang.
Sementara itu, Satreskrim Polres Probolinggo Kota menangani 209 laporan polisi sepanjang 2025. Tingkat penyelesaian perkara bahkan mencapai 120 persen. Adapun jenis perkara yang mendominasi antara lain pencurian, penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta kejahatan terhadap anak.
Selain itu, polisi juga mengungkap sejumlah kasus menonjol, seperti pencurian dengan kekerasan (curas), kekerasan seksual, hingga kasus ledakan bondet. Menyikapi meningkatnya perkara KDRT dan kejahatan seksual, Polres Probolinggo Kota berencana membentuk satuan khusus pada awal 2026.
Dalam rilis akhir tahun tersebut, Polres Probolinggo Kota turut memusnahkan ribuan botol minuman keras, knalpot brong, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Kapolres menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan pelayanan kepolisian yang presisi, humanis, dan responsif kepada masyarakat pada tahun 2026.
(auh/hil)











































