Kriminalitas di Sidoarjo Turun 32 Persen, Kasus Narkoba Naik

Kriminalitas di Sidoarjo Turun 32 Persen, Kasus Narkoba Naik

Suparno - detikJatim
Selasa, 30 Des 2025 19:30 WIB
Anev akhir tahun di Polresta Sidoarjo
Anev akhir tahun di Polresta Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Tingkat kriminalitas di Kabupaten Sidoarjo sepanjang 2025 mengalami penurunan signifikan hingga 32 persen. Namun di sisi lain, pengungkapan kasus narkoba justru menunjukkan tren peningkatan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan analisis dan evaluasi (Anev) sepanjang Januari-Desember 2025, total tindak pidana menurun dari 1.795 kasus pada 2024 menjadi 1.216 kasus pada 2025. Artinya, terdapat penurunan sebanyak 579 kasus atau sekitar 32 persen.

Namun di sisi lain, penanganan kasus narkoba menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024 terdapat 320 kasus narkotika berhasil diungkap, sementara pada 2025 meningkat menjadi 372 kasus atau naik 16,25 persen. Jumlah tersangka yang diamankan pun melonjak dari 385 orang menjadi 491 orang (naik 27,53 persen). Seluruh perkara narkoba dinyatakan tuntas dengan tingkat penyelesaian 100 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Christian Tobing mengatakan, penurunan kriminalitas tidak lepas dari penguatan patroli dan pencegahan yang dilakukan sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

"Kami meningkatkan kegiatan preventif, patroli presisi, patroli dialogis hingga kring serse. Strategi ini cukup efektif menekan angka kejahatan konvensional di wilayah hukum Polresta Sidoarjo," ujar Tobing usai press conference, Selasa (30/12/2015).

Meski tren kriminalitas menurun, sejumlah kasus menonjol tetap terjadi. Di antaranya adalah beberapa kasus pembunuhan dengan berbagai motif, mulai dari persoalan rumah tangga hingga balas dendam. Kasus-kasus tersebut antara lain terjadi di Ketegan Taman, Kedungboto Porong, Hotel Global Inn Gedangan, serta kawasan Alteri Porong.

Selain itu, kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia juga sempat terjadi di kawasan Jalan Pahlawan, Sidoarjo.

"Kasus menonjol tetap kami tangani secara serius, baik dalam proses penyidikan maupun upaya pencegahannya agar tidak berulang," kata Tobing.

Salah satu pengungkapan terbesar sepanjang 2025 melibatkan dua tersangka perempuan berinisial A.S alias Farah (22) dan W.M.A alias Vita (27). Keduanya diduga terlibat dalam peredaran sabu jaringan lintas kota.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti sabu dengan total berat +9,11 kilogram, ekstasi 10 butir, serta sejumlah perlengkapan pendukung.
Kasus tersebut terungkap melalui laporan polisi LP/A/311/IX/2025. Modusnya, paket sabu dikirim melalui perantara untuk mengalihkan alamat penerima agar tidak terlacak.

Pada bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan meningkat dari 1.661 menjadi 1.675 kasus (0,84%). Meski begitu, jumlah korban meninggal dunia turun drastis dari 140 orang menjadi 33 orang (turun 76,42%).

Namun, korban luka berat mengalami peningkatan dari 67 menjadi 129 orang. Sedangkan jumlah tilang juga dilaporkan menurun sebesar 47,12 persen, sementara teguran turun hingga 67,24 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selama 2025, Polresta Sidoarjo tercatat menerima lebih dari 12 penghargaan, baik tingkat Polda, nasional maupun kementerian. Beberapa di antaranya Sewakottama Award pada Hari Pers Nasional 2025, tiga penghargaan pada Musrenbang Polri 2025, Juara Umum Ketahanan Pangan tingkat Polres, Penghargaan nasional Pemimpin Daerah Awards 2025, Satyalancana Bhakti Inovasi dan Prestasi Nasional hingga Ranking 1 penyelesaian perkara (SELRA) Polres se-Jatim 2025.

"Penghargaan ini bukan tujuan akhir, namun motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan menjaga keamanan masyarakat Sidoarjo," tegas Kapolresta.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads