Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Blitar mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada Periode Januari-Desember 2025 sekitar 456 kejadian laka lantas.
Sementara pada periode yang sama di tahun 2024, jumlah laka lantas mencapai 499 kasus. Dari data tersebut, sebanyak 102 jiwa melayang.
"Untuk tahun ini jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sekitar 68 jiwa, sementara di tahun lalu sebanyak 102 jiwa. Sehingga mengalami penurunan terkait jumlah korban jiwa akibat laka lantas," kata Wakapolres Blitar Kota Kompol Subiyantana saat press conference, Selasa (30/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subiyantana menyampaikan, penurunan angka laka lantas itu mencapai sekitar 8,6 persen, atau menurun sekitar 43 kasus. Adapun korban dengan luka ringan dari 889 jiwa turun menjadi 873 jiwa. Sedangkan, korban dengan luka berat bertambah dari nihil korban menjadi 2 jiwa.
"Kemudian untuk kerugian material juga ikut menurun, dari Rp 330 juta menjadi Rp 293 juta," imbuhnya.
Kejadian laka lantas didominasi oleh kendaraan roda dua yang tidak berkendara dengan benar dan cakap. Selain itu, pengendara di bawah umur yang tidak memahami peraturan lalu lintas juga turut beresiko menyebabkan kecelakaan.
"Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi tim Satlantas Polres Blitar Kota untuk terus mensosialisasikan tertib lalu lintas, baik di sekolah dan sebagainya. Tindakan teguran juga terus dilakukan, apabila tetap melanggar akan dikenakan sanksi tilang," tandasnya.
Sebagai informasi, Polres Blitar Kota juga menyampaikan data pengungkapan kasus narkoba sebanyak 67 kasus dengan 77 tersangka. Sedangkan penyelesaian laporan kasus kriminal mencapai 252 kasus.
(dnp/hil)











































