Mahasiswa Banyuwangi Sabet Penghargaan Ciptakan Outer Ramah Difabel

Mahasiswa Banyuwangi Sabet Penghargaan Ciptakan Outer Ramah Difabel

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 30 Nov 2022 10:04 WIB
Mahasiswa Banyuwangi Sabet Juara KMI Award 2022 Ciptakan Outer Ramah Difabel
Mahasiswa Banyuwangi pamerkan outer ramah difabel (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Banyak cara mengenalkan wisata bagi pengunjung. Termasuk wisatawan difabel yang menginginkan informasi wisata yang dikemas dalam sebuah teknologi. Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi memikirkan hal itu. Hingga akhirnya membuat sebuah kostum berupa Outer yang dilengkapi dengan kode QR, SCANAKU.

Produk SCANAKU berhasil mendapat penghargaan Juara I Kategori Industri Kreatif, Seni Budaya, dan Pariwisata, dalam kompetisi nasional Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Award 2022 yang digelar di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur-Surabaya pada 22-25 November 2022.

Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XIII Tahun 2022 KMI Expo merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun oleh Direktorat Belmawa, Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) dan diikuti oleh wirausaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

SCANAKU sebuah karya outer yang tidak hanya bisa dikenakan sebagai kostum tetapi menjadi bagian dari promosi budaya dan pariwisata Banyuwangi dengan cara kekinian.

SCANAKU outer merupakan hasil karya Kamelita Galuh, Ana Latifatul Mukaromah, Salsabila Putri Anggraini, Dinda Pretty Aristyawati, dan Imam Arifin mahasiswa Fakultas Ekonomi dengan dosen pendamping Hendra Febriyanto.

Menurut Kamelita selaku Ketua Tim, SCANAKU merupakan produk outer ramah difabel.

"Kami menyediakan outer untuk unisex yang mengangkat keunikan budaya dan keindahan wisatasebuah kabupaten yang dijuluki dengan The Sunrise of Java, Banyuwangi," ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/11/2022).

Kamelita menambahkan, SCANAKU berbahan dasar katun yang dikombinasikan dengan batik dan kain tenun. Setiap produk dilengkapi kode QR yang dapat discan dan akan menampilkan berbagai informasi mengenai budaya dan pariwisata Banyuwangi dalam bentuk tulisan, audio dan video bahasa isyarat.

"Maka dari itu, kami menyebut produk kami ramah difabel," tambahnya.

Dalam proses mempersiapkan produknya, Tim SCANAKU mendapat pendampingan dari dosen Fakultas Ekonomi, Hendra Febriyanto.

SCANAKU dinobatkan sebagai juara I kategori Industri Kreatif, Seni, Budaya, dan Pariwisata yang diikuti 65 kelompok mahasiswa se-Indonesia.

"Kami mendorong mahasiswa untuk menciptakan produk dengan detil yang sempurna mulai dari keunggulan produk, packaging hingga konten promosi yang digunakan," ujar dosen Fakultas Ekonomi, Hendra Febriyanto.

Kemenangan ini membuktikan mahasiswa Untag Banyuwangi mampu bersaing dengan 292 Perguruan Tinggi di Indonesia dalam KMI Expo XIII Tahun 2022 yang mengusung tema "Entrepreneurship Change To Good Life". Kegiatan ini juga sebagai wadah komunikasi, mengenalkan produknya, dan membangun jejaring.

Hendra menambahkan, Produk SCANAKU bisa menarik juri karena memang produk ini sudah sangat siap dengan detil-detil tersebut serta memiliki keunggulan yaitu menyentuh teknologi serta ramah difabel.

"Kemenangan ini bisa mendorong dan memacu mahasiswa terus berkarya dan bisa mencetak enterpreneurship, sehingga setelah lulus mereka sudah bisa bertumbuh dengan usaha/bisnis masing-masing," tambah pria yang pernah meraih Juara I Jagoan Bisnis Banyuwangi.

Sementara Wakil Rektor I Untag Banyuwangi Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja, penghargaan yang diperoleh mahasiswa Untag Banyuwangi menjelang akhir tahun 2022 hingga menembus tingkat nasional tentu membuatnya bangga.

"Dengan ajang ini, jiwa kewirausahaan yang dikembangkan sejak dari mahasiswa diharapkan ketika lulus mereka tidak lagi mencari pekerjaan tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.



Simak Video "Melihat Anak-anak Difabel Melukis di Bus TransJakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/fat)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT